
SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim SAR gabungan pada hari kedua, Minggu (26/4), akhirnya menemukan pria yang tenggelam saat berenang di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.
Korban Ardian Putra Wardana (22), warga Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman sekitar 6–7 meter, tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang.
Pencarian yang memasuki hari kedua langsung difokuskan sejak pagi hari. Upaya intensif yang dilakukan selama beberapa jam membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WITA, ketika tim berhasil mengangkat jasad korban dari dasar air terjun.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Dony Indrawan, menjelaskan strategi pencarian dilakukan melalui penyisiran dan penyelaman di area yang telah dipetakan sebelumnya. Analisis arus air menjadi faktor penting dalam menentukan titik pencarian. “Yang pertama kita lakukan adalah pre-dive, posisi korban ini disurvei dari titik pertama ke arah arus dari air terjun ini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil observasi, tim menemukan satu titik mencurigakan di sisi barat air terjun, tepat di area tebing yang menurun ke bagian bawah. Lokasi tersebut kemudian menjadi fokus penyelaman tim teknis. “Setelah itu kami terjunkan langsung tim teknis,” katanya.
Tim dari Basarnas yang diterjunkan ke lokasi segera melakukan penyelaman di titik tersebut. Tidak berselang lama, korban ditemukan berada di bawah permukaan air, mengakhiri proses pencarian yang melibatkan puluhan personel.
Operasi pencarian ini mengerahkan sekitar 50 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Balawista, relawan, serta masyarakat sekitar Desa Sambangan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini bermula saat korban datang bersama enam rekannya untuk berwisata di kawasan air terjun tersebut pada Sabtu (25/4) sore. Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA, korban bersama tiga orang lainnya langsung berenang.
Namun sekitar pukul 17.30 WITA, korban diduga bergerak ke bagian tengah kolam dan tidak mampu melawan arus deras. Kepanikan pun terjadi saat korban mulai terseret arus.
Salah satu saksi, Faldi, mengaku sempat berupaya membantu korban keluar dari arus.“Sempat dibawa ke pinggir di sebelah kanan. Rencananya agar bisa mencengkram batu, tapi korban kembali terbawa arus,” ujarnya. (Nyoman Yudha/balipost)










