
MANGUPURA, BALIPOST.com – Program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Inggris gratis yang digagas Bupati Badung melalui Disdikpora Badung terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan mampu menjangkau hingga 27.900 peserta dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Badung.
Sekretaris Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja mengungkapkan, program ini terus dimatangkan agar semakin optimal menjangkau masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 6.976 peserta telah mengikuti program tersebut. “Dalam satu gelombang, dilaksanakan di dua banjar per desa. Kami akan melaksanakan tiga gelombang dan sekarang sudah ada 6.976 peserta,” ungkap Rai Raharja pada Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, program ini menyasar seluruh wilayah di Badung yang mencakup 62 desa dan kelurahan. Setiap banjar mendapatkan tiga jenjang pembelajaran, yakni kindergarten, elementary, dan junior high school, dengan kapasitas maksimal 25 peserta per kelas. “Maksimal per kelasnya adalah 25 orang,” katanya.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul. Penguasaan bahasa Inggris dinilai penting sebagai kunci membuka peluang global dan menghilangkan batasan komunikasi antarbangsa.
Dikatakan, melalui program bahasa Inggris gratis ini, ke depan anak-anak di Kabupaten Badung diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat internasional. Bahasa Inggris disebut sebagai bahasa jendela dunia yang mampu membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan dan peluang kerja.
Sebelumnya, Disdikpora Badung juga menggelar rapat penyusunan modul pembelajaran guna memperkuat kualitas program. Pembaruan materi difokuskan agar lebih relevan, adaptif, dan berkelanjutan sesuai perkembangan zaman.
Dalam proses penyusunan modul ini, Disdikpora menggandeng berbagai elemen pendidikan, mulai dari guru Bahasa Inggris terbaik hingga institusi pendidikan ternama seperti English Hive, Green School, dan Canggu Community School. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan standar pendidikan yang kompetitif. (Parwata/balipost)










