
BANGLI, BALIPOST.com – Pelaksanaan rekonstruksi tiga ruas jalan di Kabupaten Bangli terhambat akibat nihilnya penawaran rekanan. Meski sudah dua kali masa tayang di sistem e-processing diperpanjang, belum ada penyedia jasa yang bersedia mengambil paket pekerjaan tersebut.
Tiga kegiatan yang belum ada peminatnya tersebut meliputi rekonstruksi Jalan Plangkian–Sunting, Desa Pengotan senilai Rp3,5 miliar, ruas jalan Pura Yeh Panes–Pura Negtegan serta Kayu Selem–Pelemek di Songan senilai Rp4,9 miliar dan ruas Batur–Wanagiri senilai Rp1,9 miliar. Kondisi ketiga ruas jalan tersebut saat ini rusak berat dan membutuhkan penanganan cepat.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Putu Susila mengungkapkan bahwa ketidakstabilan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Menurutnya, kontraktor mengkhawatirkan risiko kenaikan harga BBM yang berdampak langsung pada biaya operasional alat berat, pengangkutan material, hingga produksi aspal.
“Kontraktor tidak berani menawar karena takut tiba-tiba harga naik yang berimbas terhadap harga material,” ungkapnya, Rabu (22/4).
Menyikapi hal itu, Dinas PUPR Perkim Bangli akan melakukan review dan survei harga ulang guna menyesuaikan nilai proyek dengan kondisi saat ini. Susila menegaskan pihaknya mengejar percepatan agar kegiatan bisa dimulai dalam waktu dekat, mengingat target pengerjaan dipatok selama lima bulan. (Dayu Swasrina/balipost)










