
DENPASAR, BALIPOST.com – Pembuangan sampah secara sembarangan kerap terjadi akhir-akhir ini semenjak pembatasan yang berlaku di TPA Suwung. Untuk mengantisipasi hal tersebut terus berlanjut, pemasangan kamera pengawas atau CCTV dilakukan dibeberapa titik rawan, khususnya di Sanur Kauh.
Perbekel Sanur Kauh, I Made Ada saat dikonfirmasi, Rabu (22/4) mengatakan, saat ini pihaknya telah memasang empat buah CCTV. Pemasangan ini dilakukan berpindah-pindah. “Tapi bisa dipindah-pindah itu. Tidak hanya di satu titik. Di mana yang kami anggap rawan, pindah ke sana pemasangannya,” ungkap Made Ada.
Dirinya mengatakan, CCTV tersebut dititip di rumah warga dan diarahkan ke titik rawan pembuangan sampah. Pemasangan CCTV ini telah dilakukan sejak 1,5 bulan lalu.
Sejak pemasangan CCTV ini, Made Ada menyebut sudah ada pembuang sampah yang terjaring. Sebagai sanksi, pembuang sampah sembarangan tersebut didatangi oleh staf desa yang kemudian diminta membuat video permintaan maaf dan berjanji tak mengulangi lagi. “Videonya tidak kami viralkan. Kami simpan sebagai bukti. Karena kalau pemantauan manual susah, apalagi pembuangnya pakai sepeda motor,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana menambah pengadaan CCTV ini. Karena menurutnya, pemantauan dengan CCTV ini sangat efektif khususnya dalam pencegahan pembuang sampah liar. Selain itu, juga bisa sekaligus untuk pemantauan tindak kejahatan yang mungkin kebetulan terjadi di lokasi CCTV tersebut.
Dalam upaya penanganan sampah di sumber, pihaknya juga menggencarkan pemilahan di tingkat rumah tangga. Hal tersebut telah mampu menurunkan jumlah sampah yang dibawa ke TPS3R dan juga residu yang dibuang ke TPA Suwung. Meski akuinya belum 100 persen masyarakat disiplin melalukan pemilahan.
Saat ini, pihaknya juga telah merealisasikan sebanyak 500 unit teba modern dan 1.000 komposter bag. “Dulu sebelum pemilahan sampai 16 truk residu yang dibuang, sekarang turun jadi 8 truk. Sambil berproses kami akan tekan terus,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










