Antrean truk armada sampah yang hendak masuk ke TPA Mandung, Rabu (22/4). (BP/bit)

 

SINGASANA, BALIPOST.com – Puluhan truk pengangkut sampah terpaksa antre bahkan menginap di kawasan TPA Mandung sejak Selasa (21/4). Kondisi ini dipicu kosongnya stok BBM jenis Pertadex atau solar nonsubsidi di SPBU Abiantuwung yang selama ini menjadi lokasi pengisian operasional TPA.

Akibat kekosongan BBM itu, dua unit alat berat yang digunakan untuk meratakan timbunan sampah tidak dapat difungsikan. Imbasnya, armada truk pengangkut sampah, khususnya milik swasta, belum bisa menurunkan muatan karena dikhawatirkan sampah meluber hingga ke badan jalan.

Baca juga:  Hendak Melintas, Sebuah Truk Dilempari Batu oleh OTK

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja, I Wayan Atmaja menjelaskan, operasional TPA Mandung sangat bergantung pada pasokan BBM non-subsidi. Selain alat berat, sekitar 20 unit armada pengangkut sampah milik TPA juga menggunakan Pertadex.

“Kalau tetap dipaksakan menaruh sampah, takutnya meluber ke jalan. Karena itu armada pengangkut swasta terpaksa menginap sejak kemarin,” ujarnya, Rabu (22/4).

Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan BBM kembali tersedia. Pihaknya akan segera menginformasikan kepada para pengemudi melalui WhatsApp begitu ada kepastian stok. “Begitu dapat informasi pasti langsung kita cari, agar bisa normal kembali,”jelasnya.

Baca juga:  Mulai Mereda, Sampah Kiriman Laut di Pesisir Barat Kabupaten Badung

Atmaja menambahkan, kebutuhan BBM alat berat cukup besar, yakni sekitar 15 hingga 20 liter per jam, tergantung beban kerja. Biasanya, untuk satu unit alat berat, pihaknya membeli sekitar 160 liter setiap dua hari sekali sebagai cadangan operasional. Ia mengakui kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya, namun biasanya pasokan BBM cepat kembali tersedia, umumnya di pertengahan bulan.

Sementara itu, salah satu sopir armada swasta, Justin (27), mengaku sudah menunggu sejak Selasa pukul 13.00 WITA. Ia membawa sampah dari kawasan Perumahan Griya Multi Jadi, Sanggulan, Kediri.

Baca juga:  Polda Bali "Sweeping" Dua THM Besar di Kuta 

“Sudah dari kemarin jam 1 siang truk nginap di sini. Alasannya karena alat berat untuk meratakan sampah tidak bisa jalan karena habis solar,” ungkapnya.

Kondisi ini menyebabkan layanan pengangkutan sampah dari sejumlah kawasan perumahan dan permukiman sementara tertahan hingga operasional alat berat kembali normal. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN