
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Singaraja-Bebetin KM 14,7, tepatnya di Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng, Sabtu (6/6) sore. Sebuah truk bermuatan batu yang gagal melintasi tanjakan akibat mengalami patah as berjalan mundur dan melindas sepeda motor yang berada tepat di belakangnya.
Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara motor meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diketahui bernama Ni Nengah Wardani (49), warga Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor DK 4304 UBD.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi Minggu (7/6), menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, truk DK 8177 TG yang dikemudikan I Gede Budayasa (45) melaju dari arah utara menuju selatan dengan membawa muatan batu.
Di belakang truk tersebut, korban juga melaju searah menggunakan sepeda motor. “Truk dan sepeda motor sama-sama melaju dari arah utara ke selatan,” jelasnya.
Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menanjak, truk mengalami patah as sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Kerusakan tersebut menyebabkan kendaraan berat itu berjalan mundur dan menghantam bagian depan sepeda motor korban yang berada tepat di belakangnya.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Korban mengalami luka serius dan langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian pinggul belakang, luka robek di area pinggul, serta memar pada bagian perut sebelah kanan.
Pascakejadian, petugas dari Polsek Sawan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat guna kepentingan penyelidikan.
Iptu Yohana mengatakan, hingga kini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian. “Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh kepolisian,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










