Peserta UTBK-SNBT hari pertama saat memasuki ruang ujian di Kampus ISI Bali, Selasa (21/4). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi dimulai pada Selasa (21/4) dan akan berlangsung hingga 30 April 2026. Di Bali, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali ditunjuk sebagai salah satu dari empat perguruan tinggi negeri (PTN) lokasi pelaksanaan ujian.

Pada hari pertama, sebanyak 300 peserta mengikuti UTBK-SNBT di ISI Bali. Mereka dibagi dalam dua sesi, masing-masing 150 peserta. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WITA, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.30 WITA.

Baca juga:  Petinggi PDIP Bali Hadiri Pelantikan Koster-Ace

Rektor ISI Bali, Prof. I Wayan “Kun” Adnyana, mengungkapkan total peserta UTBK-SNBT 2026 di kampusnya mencapai 3.608 orang. Seluruh peserta dijadwalkan mengikuti ujian selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 April 2026. “Setiap hari ada dua sesi, masing-masing diikuti 150 peserta,” jelasnya.

Untuk menunjang pelaksanaan ujian, ISI Bali menyiapkan 10 ruang laboratorium komputer. Setiap ruangan dilengkapi sistem pengawasan ketat yang melibatkan penanggung jawab ruang, pengawas ujian, serta teknisi.

Baca juga:  Di Denpasar, 986,95 Hektare Lahan Ditetapkan sebagai LP2B

Pihak kampus menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan UTBK-SNBT sesuai ketentuan panitia nasional guna memastikan proses seleksi berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.

Materi ujian tahun ini berfokus pada kemampuan penalaran dan literasi. Peserta menghadapi Tes Potensi Skolastik (TPS) yang mencakup penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif. Selain itu, terdapat tes literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.

Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan ketat. Peserta wajib membawa kartu ujian, identitas diri berfoto, serta dokumen pendukung seperti ijazah atau surat keterangan sesuai tahun kelulusan. Peserta diwajibkan mengenakan pakaian rapi dan bersepatu, serta hadir paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.

Baca juga:  Longsor di Ubung, Satu Unit Mobil dan Tiga Sepeda Motor Hanyut

Selain itu, berbagai barang seperti kalkulator, buku, catatan, telepon seluler, jam tangan, hingga perangkat elektronik lainnya dilarang dibawa ke dalam ruang ujian. Peserta juga tidak diperbolehkan berkomunikasi atau bekerja sama dalam bentuk apa pun selama ujian berlangsung, guna menjaga integritas seleksi nasional. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN