Pengerjaan proyek titik nol singaraja lampaui target. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Proyek penataan kawasan titik nol Kota Singaraja terus digenjot dan menunjukkan progres melampaui perencanaan awal. Hingga pertengahan April, capaian fisik pengerjaan telah menyentuh sekitar 40 persen, bahkan lebih cepat sekitar 6–7 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Minggu (19/4), mengungkapkan bahwa percepatan tersebut menjadi indikator positif dalam upaya pemerintah daerah mempercepat penataan wajah kota. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara ketat guna memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai standar.

“Perkembangannya sudah 40 persen, bahkan melebihi target. Kami terus awasi agar pekerjaan tetap sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Baca juga:  Tingkatkan Pelayanan Pelanggan lewat Sahabat PLN

Proyek strategis yang berada di jantung Kota Singaraja ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, dengan masa kontrak pengerjaan selama 150 hari kalender. Sejumlah pekerjaan awal seperti pembongkaran bangunan lama dan perataan lahan telah diselesaikan, dan kini pengerjaan berlanjut ke tahap pembangunan struktur kawasan.

Penataan titik nol mencakup sejumlah titik penting, di antaranya kawasan Patung Singa Ambara Raja, pagar DPRD Buleleng, serta area depan Rumah Jabatan Bupati Buleleng (palemahan kangin). Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor lokal PT Taman Bunga Indah dengan nilai kontrak sebesar Rp24,43 miliar dari total pagu Rp24,9 miliar.

Baca juga:  Proyek Gorong-gorong di Kapal, Diberlakukan Buka-Tutup Cegah Kemacetan

Selain itu, penataan juga dilakukan secara paralel di kawasan palemahan kauh dengan memanfaatkan Gedung Laksmi Graha, eks Kantor Satpol PP. Pekerjaan ini ditangani oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak Rp13,92 miliar.

Sutjidra menambahkan, sejumlah fasilitas penunjang turut dibangun, seperti lobi dan galeri UMKM yang mengusung desain arsitektur khas Buleleng dengan sentuhan gaya rumah Sunda Kecil. Penggunaan material lokal seperti paras sangsit juga menjadi bagian penting untuk memperkuat identitas daerah.

Baca juga:  Di Badung, Pengerjaan Proyek Fisik Jalan Terus

“Semua pagar menggunakan paras sangsit, jadi ciri khas Buleleng tetap ditonjolkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dalam penataan jaringan utilitas. PLN pusat bersama tim dari Denpasar telah turun langsung untuk menyiapkan sistem kabel bawah tanah guna mendukung estetika kawasan.

“Kami optimistis penataan titik nol Singaraja dapat diselesaikan tepat waktu. Kawasan ini diharapkan menjadi wajah baru kota yang lebih representatif sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN