
NEGARA, BALIPOST.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Melaya melakukan patroli pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah hukumnya, Sabtu (18/4) malam. Kegiatan ini dilakukan menyusul penyesuaian harga BBM yang telah diumumkan pemerintah pusat.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, patroli berlangsung mulai pukul 20.30 Wita hingga 22.00 Wita, dengan menyasar beberapa SPBU, diantaranya SPBU Melaya Pantai, SPBU Sumbersari, dan SPBU Tuwed. “Dari hasil pemantauan di lapangan, stok BBM di seluruh SPBU yang kami cek masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di SPBU Melaya Pantai, ketersediaan BBM tercatat masih cukup, meliputi Pertamax sekitar 1,7 ton, pertalite 14 ton, solar 21,6 ton, serta pertadex sekitar 4 ton. Sementara, di SPBU Sumbersari, stok biosolar mencapai 57,2 ton, pertalite 23,4 ton, pertamax 11,7 ton, dan pertamina dex 1,9 ton.
Adapun di SPBU Tuwed, persediaan biosolar sekitar 12 ton, pertalite 6 ton, pertamax 2 ton, serta pertamina dex sekitar 4 ton. Selain memastikan stok, petugas juga memantau situasi pascakenaikan harga BBM yang mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026 pukul 00.00 WITA.
Sejumlah jenis BBM mengalami penyesuaian harga, di antaranya pertamina dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900, pertamax turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400, serta dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600.
Menurut Kompol Sukadana, hingga saat ini kondisi di seluruh SPBU yang dipantau tetap kondusif. Tidak ditemukan antrean panjang maupun aktivitas mencurigakan seperti penimbunan atau pembelian BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen atau drum.
“Kami pastikan situasi tetap aman dan terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM masih mencukupi,” tegasnya. (Surya Dharma/balipost)










