
DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada awal tahun 2026 masih didominasi turis asal Australia. Berdasarkan catatan sementara Dinas Pariwisata Provinsi Bali periode Januari–Februari 2026, wisatawan dari Negeri Kangguru menempati posisi teratas dengan jumlah kedatangan mencapai 234.302 orang.
Di posisi kedua, wisatawan asal Tiongkok mencatatkan 124.745 kunjungan, disusul India di peringkat ketiga dengan 74.483 wisatawan. Tren ini menunjukkan pasar Asia dan Australia masih menjadi penopang utama pariwisata Pulau Dewata.
Selanjutnya, Korea Selatan berada di posisi keempat dengan 51.108 kunjungan, diikuti Rusia sebanyak 45.481 wisatawan. Inggris menempati posisi keenam dengan 39.158 kunjungan, sementara Amerika Serikat berada di peringkat ketujuh dengan 34.493 wisatawan.
Negara Asia Tenggara, Malaysia, berada di posisi kedelapan dengan 29.353 kunjungan, disusul Jepang sebanyak 25.736 wisatawan, dan Prancis melengkapi 10 besar dengan 23.746 kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengungkapkan tren kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026.
“Untuk periode Januari hingga Maret, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 1,645 juta orang atau naik 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya, Rabu (15/4).
Sementara itu, wisatawan domestik juga mengalami peningkatan dengan jumlah mencapai 968.313 orang atau tumbuh sekitar 4 persen.
Menurut Sumarajaya, Pemerintah Provinsi Bali tetap berkomitmen mendorong pariwisata berkualitas berbasis budaya. Peningkatan pelayanan dari seluruh pelaku industri dinilai menjadi kunci menjaga daya saing Bali di tengah ketatnya persaingan destinasi global.
“Kita sudah punya komitmen menjaga pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Karena itu, seluruh unsur terkait harus terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)










