Sejumlah calon haji menerima vaksinasi sebelum keberangkatan. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, sebanyak 109 calon jemaah haji asal Kabupaten Buleleng diwajibkan menjalani vaksinasi sebagai syarat utama masuk Arab Saudi. Vaksin meningitis yang telah rutin diberlakukan kini diperkuat dengan vaksin polio yang mulai diterapkan sejak tahun lalu.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman di sela-sela kegiatan vaksinasi, Selasa (14/4), mengatakan bahwa vaksinasi menjadi syarat mutlak yang terintegrasi dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes). Tanpa memenuhi ketentuan tersebut, jemaah haji dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

“Kalau tidak vaksin, tidak bisa masuk. Karena itu sudah masuk dalam sistem Siskohatkes dan bisa dicek langsung oleh pihak kedutaan,” ujarnya.

Baca juga:  Jika Penuhi Syarat Ini, Arab Saudi Izinkan Warganya ke Luar Negari

Ia menjelaskan, tahapan persiapan keberangkatan jemaah telah dilakukan secara berlapis sejak Desember 2025, dimulai dari pemeriksaan kesehatan di puskesmas, tes kemandirian dan demensia, hingga medical check up (MCU) di rumah sakit. Hanya jemaah yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat istitha’ah yang dapat melanjutkan ke tahap pelunasan biaya haji.

“Yang membuka blokir pelunasan itu Dinas Kesehatan. Jadi setelah jemaah dinyatakan sehat dan mandiri, baru bisa melakukan pelunasan di bank,” jelasnya.

Baca juga:  Denpasar Genjot Vaksin untuk Lansia

Setelah proses pelunasan, tahapan dilanjutkan dengan pengurusan dokumen seperti paspor dan visa, hingga pelaksanaan manasik haji yang kini telah rampung. Tahap akhir yang kini dijalani para jamaah adalah vaksinasi sebagai persyaratan wajib keberangkatan.

Untuk keberangkatan, jemaah dijadwalkan berkumpul pada 8 Mei di sejumlah titik. Titik utama Masjid Agung Jami’ untuk wilayah Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Tejakula. Sementara, jemaah dari wilayah barat akan berkumpul di beberapa lokasi seperti Seririt, Yeh Biu, Patas, Gondol, hingga Sumberklampok.

Selanjutnya, seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada 8 Mei dan dijadwalkan tiba pada 9 Mei pagi. Setelah menjalani pembinaan lanjutan selama sehari, jemaah akan bertolak ke Arab Saudi pada 10 Mei 2026 dengan masa ibadah sekitar 41 hari hingga 19 Juni.

Baca juga:  Dari Praperadilan SP3 Kasus Wedakarna hingga Gerombolan Anak Punk Dipulangkan

Sementara itu, Pendamping Jemaah Haji Buleleng, Muhammad Ali Susanto menjelaskan pentingnya kesiapan fisik bagi seluruh jemaah. Terlebih, dari total sekitar 109 jemaah, terdapat kelompok rentan seperti lansia, difabel, dan risiko tinggi yang membutuhkan perhatian khusus.

“Ibadah haji itu ibadah fisik dengan pergerakan tinggi di iklim yang berbeda. Jadi jamaah harus benar-benar mempersiapkan diri, minimal dengan olahraga seperti jogging atau aerobik,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN