
DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf. Widi Rahman angkat bicara terkait lakalantas truk TNI dengan masyarakat sipil, pada Jumat (10/4). Kejadiannya di depan UPT Balai Benih Induk Tanaman Pangan Provinsi Bali, Jalan Denpasar-Singaraja, Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Lakalantas tersebut mengakibatkan pengendara motor, I Putu Krisnawan (21) meninggal. Kolonel Widi memastikan proses hukum kasus tersebut dilaksanakan transparan.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari aspek penegakan disiplin dan hukum, tetapi juga sebagai bentuk empati mendalam atas dampak yang ditimbulkan bagi korban dan keluarga,” ujar Widi, Senin (23/4).
Kapendam menjelaskan peristiwa itu melibatkan kendaraan dinas truk Nopol 8243-IX yang dikemudikan Pratu Agung Mesyak Napalior Timbola, anggota Komlekdam IX/Udayana. Saat itu sedang melaksanakan tugas pengantaran personel (serpas) menuju Yonif 900/SBW Singaraja mengangkut 18 personel Satgas Pamtas PNG.
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, Kolonel Widi menyampaikan kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan sama-sama melakukan manuver mendahului kendaraan lain dari arah berlawanan berujung tabrakan. Pratu Agung berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir, namun kecelakaan tidak dapat dihindari.
“Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor atas nama I Putu Krisnawan mengalami luka berat. Korban mendapat penanganan medis lalu dievakuasi ke RS Semara Ratih dan akhirnya dirujuk ke RSUD Singasana. Namun pengendara motor dinyatakan meninggal,” tegasnya.
Kapendam menegaskan pihak satuan telah mengambil langkah cepat dan responsif pasca kejadian, antara lain melakukan pengamanan lokasi, membantu proses evakuasi korban, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta keluarga korban. Sedangkan Komandan Satuan Komlekdam IX/Udayana beserta jajaran juga telah melaksanakan kunjungan duka ke rumah keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral.
Selain itu memberikan bantuan dan santunan kepada pihak keluarga. Keluarga korban, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan telah menerima dan mengikhlaskan kejadian yang menimpa almarhum. “Kodam IX/Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Evaluasi internal juga akan dilaksanakan sebagai langkah pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










