
AMLAPURA, BALIPOST.com – Kabupaten Karangasem sampai saat ini masih cukup banyak kekurangan tenaga pendidik atau guru. Atas situasi itu, Disdikpora Karangasem memprediksi Karangasem akan mengalami krisis guru dalam beberapa tahun ke depan akibat setiap tahunnya banyak yang memasuki masa pensiun.
Untuk itu, Disdikpora berharap adanya pengangkatan CPNS atau PPPK dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana mengungkapkan, kekurangan guru sudah terjadi dari tahun ke tahun. Saat ini kondisinya semakin memprihatinkan karena banyak guru akan memasuki masa pensiun.
“Karangasem dari tahun ke tahun memang kekurangan guru. Sekarang ini sedang tinggi-tingginya guru yang pensiun sehingga kekurangan guru terus terjadi,” ujarnya, pada Rabu (8/4).
Budiadnyana mengatakan, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum mampu menambah jumlah guru secara signifikan. Hal ini karena PPPK pada dasarnya merupakan tenaga kontrak yang diangkat menjadi PPPK sehingga hanya perubahan status, bukan penambahan tenaga baru.
“Pengangkatan PPPK bukan penambahan guru, karena PPPK merupakan tenaga kontrak yang diangkat menjadi PPPK. Jadi, hanya perubahan status saja, tidak signifikan menambah jumlah guru di Kabupaten Karangasem,” katanya.
Menurut Budiadnyana, kondisi ini berpotensi mengarah pada situasi darurat kekurangan guru di Karangasem. Bahkan, pihaknya memprediksi pada tahun 2027 hingga 2028 Karangasem akan kekurangan sekitar 1.500 guru.
Atas kondisi ini, pihaknya sudah mengusulkan ke Kemenpan-RB, namun jawabannya belum pasti. Padalnya, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan dalam pengangkatan CPNS, karena kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat. “Kami juga tidak bisa lagi mengangkat tenaga kontrak sehingga kami berharap ada rekrutmen formasi CPNS dari pusat,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, sebagai langkah antisipasi, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pengadaan tenaga pengajar. Saat ini proses penjajakan kerja sama dengan beberapa universitas sedang berlangsung. (Eka Parananda/balipost)










