
MANGUPURA, BALIPOST.com – Mengantisipasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipengaruhi dinamika global, Polres Badung telah mengecek sarana dan prasarana (sarpras). Pasalnya polisi harus siap dan melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Senin (6/4) menyampaikan AKBP Joseph Edward Purba melakukan pengecekan sarpras meliputi kelayakan material, kecukupan jumlah peralatan, serta kemampuan personel dalam mengoperasikan perlengkapan, khususnya peralatan Dalmas dan kendaraan taktis. Dalam pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tegas sesuai dengan standar operasional prosedur.
Menurut Aiptu Ayu, AKBP Joseph menekankan stabilitas kamtibmas saat ini tidak terlepas dari pengaruh situasi global, mulai dari aspek ekonomi, politik internasional, hingga perkembangan isu di media sosial yang berpotensi memicu eskalasi gangguan keamanan. Oleh karena itu seluruh personel harussiap dan tidak terjebak dalam rutinitas, serta mampu melakukan deteksi dini. Selain itu sinergitas dan profesionalisme terus ditingkatkan.
Sementara Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda Gede Suka Artana menjelaskan bandara merupakan objek vital nasional. Oleh karena itu, memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama masuknya wisatawan dan berbagai aktivitas internasional di Bali. Dengan demikian aspek keamanan menjadi prioritas utama.
“Menyikapi dinamika situasi global saat ini, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melakukan berbagai langkah antisipatif dan preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan bandara,” ujarnya.
Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di seluruh area bandara, memperketat pemeriksaan terhadap penumpang dan barang bawaan, serta mengoptimalkan patroli baik secara terbuka maupun tertutup. Selain itu pihaknya memperkuat sinergitas dan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti TNI, pihak Imigrasi, Bea Cukai, Angkasa Pura, serta instansi lainnya dalam rangka deteksi dini terhadap potensi ancaman, termasuk masuknya sindikat kriminal internasional.
Pemanfaatan teknologi dan sistem keamanan modern juga terus dioptimalkan untuk mendukung pengawasan yang lebih efektif.
“Kami secara berkelanjutan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipasi dalam menangkal pelaku gangguan Kamtibmas, dan pertukaran informasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna mengantisipasi pergerakan pelaku kejahatan lintas negara,” kata Ipda Suka.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan situasi keamanan bandara tetap aman, kondusif, serta mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dan seluruh pengguna jasa bandara. (Kerta Negara/balipost)










