
NEGARA< BALIPOST.com – Seorang nelayan asal Kabupaten Jembrana nyaris kehilangan nyawa setelah jukung yang digunakannya melaut mengalami kerusakan dan tenggelam di perairan Yeh Sumbul, Rabu (1/4) malam. Beruntung, korban berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan setempat.
Peristiwa tersebut dialami Suharman (47), warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Ia diketahui berangkat melaut seperti biasa pada sore hari sekitar pukul 16.30 WITA melalui pelabuhan tradisional di Dusun Munduk.
Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suarmadi mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WITA saat korban berada di perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Saat itu, salah satu katir perahu korban dilaporkan mengalami kerusakan hingga patah.
“Kondisi tersebut membuat perahu tidak stabil. Korban kemudian berupaya menepi agar tidak terseret lebih jauh ke tengah laut,” jelasnya, Kamis (2/4).
Dalam kondisi darurat, korban bertahan di laut dengan berpegangan pada tutup kalbok berwarna putih yang mengapung. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan oleh nelayan lain, Ahmad Saeburahman, yang tengah melintas di lokasi.
Korban selanjutnya dievakuasi ke atas perahu milik saksi dan dibawa menuju Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan. Setibanya di darat, korban dibantu oleh nelayan dan warga sekitar dalam kondisi selamat.
Sekitar pukul 22.35 WITA, korban dijemput oleh keponakannya, Muhus Bahtiyar, untuk kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Banjar Munduk, Desa Air Kuning.
Kapolsek menambahkan, dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, jukung milik korban dilaporkan tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Saat ini perahu masih dalam pencarian,” imbuh Kompol I Putu Suarmadi.
Petugas gabungan yang dipimpin Pawas Iptu I Wayan Winastra juga telah mendatangi lokasi kejadian dan membantu korban, serta menghubungi pihak keluarga. (Surya Dharma/balipost)










