Tanaman kopi di Kintamani sedang berbuah. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Minat petani di Kintamani menanam kopi meningkat. Hal ini dikarenakan harga kopi yang relatif stabil dan cenderung meningkat di setiap musim panen.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma dikonfirmasi mengakui hal itu. Dia mengungkapkan bahwa antusiasme petani terhadap kopi cenderung meningkat. Hal ini terlihat dari serapan program perluasan lahan yang selalu mencapai target maksimal.

Baca juga:  Masih Rendah, Masyarakat Manfaatkan JKN Mobile untuk Daftar ke RSUD Bangli

“Setiap ada program perluasan tanaman kopi dari pusat selalu terserap. Untuk tahun 2026 ini, kita mendapatkan alokasi perluasan sekitar 300 hektar,” ujar Wayan Sarma diwawancara belum lama ini.

Selain faktor harga, ketahanan tanaman kopi terhadap serangan hama dan penyakit menjadi daya tarik petani. Biaya pemeliharaan pun dinilai lebih murah dibandingkan komoditas lainnya seperti jeruk.

“Keunggulan lainnya jika harga di pasaran belum sesuai harapan, hasil panen masih bisa ditahan atau disimpan dulu barang satu atau dua tahun, asalkan penanganan pasca-panennya bagus,” jelasnya.

Baca juga:  Puncak Palebon Jero Gede Batur Alitan, Bade Setinggi 22 Meter Diusung Ribuan Warga

Meski minat terhadap kopi meningkat, Sarma menegaskan bahwa petani tidak serta-merta meninggalkan tanaman jeruk yang selama ini menjadi andalan sebagian besar petani di Kintamani. Saat ini banyak petani menerapkan sistem polikultur atau menanam kopi berdampingan dengan jeruk dalam satu lahan.

Sarma memprediksi para petani kopi akan mulai memasuki masa panen raya dalam waktu dekat. “Sekitar dua bulan lagi, petani kopi kita sudah mulai memasuki musim panen,” pungkasnya.

Baca juga:  Harga Bawang Anjlok

Berdasarkan data Dinas PKP Bangli, saat ini luas lahan kopi di Bangli mencapai 5.900 hektar. Selain di Kintamani komoditas kopi juga tersebar di beberapa kecamatan lain seperti Desa Landih, Pengotan serta Desa Peninjoan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN