Musrenbang RKPD Karangasem Tahun 2026, Senin (30/3). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 untuk menyusun arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027, di gedung Sabha Prakerti, kantor Bupati Karangasem, Senin (30/3). Dalam kegiatan ini, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata mengungkapkan, berbagai persoalan harus dijawab melalui perencanaan program yang tepat sasaran.

Menurutnya, penyusunan RKPD 2027 harus mampu menjawab tantangan di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, lingkungan, maupun infrastruktur. “Dalam penyusunan RKPD 2027, tercatat usulan dari perangkat daerah mencapai 207 program, 479 kegiatan, dan 1.462 sub kegiatan dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,84 triliun. Besarnya angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pembangunan di Kabupaten Karangasem,” ujar pria yang akrab disapa Gus Par ini.

Baca juga:  Pengusaha Asal Jembrana Diduga Cabuli Putri Kandung

Gus Par mengatakan, dengan keterbatasan anggaran, diperlukan program prioritas yang benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Maka, dalam musrenbang ditekankan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Hasil dari musrenbang ini nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan alokasi anggaran pada masing-masing perangkat daerah,” katanya.

Baca juga:  Gianyar Siapkan Anggaran Rp 1,3 Miliar untuk Pilkel Serentak

Sementara itu, Kepala Bappeda Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara mengatakan, musrenbang menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelaraskan rencana pembangunan di Karangasem. “Kegiatan ini bertujuan menyepakati permasalahan pembangunan, prioritas daerah, serta program dan indikator kinerja perangkat daerah untuk tahun 2027,” jelasnya.

Dalam forum ini, muncul sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan potensi wilayah, tingginya angka kemiskinan, persoalan sampah, hingga kerusakan infrastruktur jalan. Selain itu, akses air bersih, sektor pendidikan, dan layanan kesehatan juga menjadi fokus pembahasan dalam Musrenbang RKPD tahun ini. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Bayi Dibuang di Baturiti, Ternyata Cuma Rekayasa Sang Ibu
BAGIKAN