Suasana pertandingan cabang olahraga Judo Porsenijar Kota Denpasar 2026 di GOR Lila Bhuana Denpasar Senin (30/3). (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar 2026 terus bergulir dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, salah satunya Judo.

Bertempat di GOR Lila Bhuana Denpasar, Senin (30/3), ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Cabang olahraga Judo tahun ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, baik kategori putra maupun putri. Setiap jenjang mempertandingkan delapan kelas di masing-masing kategori, sehingga total kelas yang dipertandingkan cukup banyak dan kompetitif.

Baca juga:  Begini, Pola Latihan Pejudo Bali di Tengah Pandemi COVID-19

Kelas yang dipertandingkan meliputi perorangan (putra dan putri), beregu (putra dan putri), kata (putra dan putri), beregu campuran (putra dan putri).

Koordinator Porjar cabang olahraga Judo Kota Denpasar, Ni Kadek Ani Pandini, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah penting dalam menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan ke level yang lebih tinggi.

Menurutnya, Porjar Kota Denpasar difokuskan sebagai tahap seleksi awal untuk menentukan atlet terbaik yang nantinya akan mewakili kota pada ajang Porjar tingkat Provinsi Bali.

Baca juga:  Dilindas Truk di Jalan Bypass IB Mantra, Pemotor Meninggal

“Atlet-atlet yang bertanding di sini akan kita seleksi dan dipersiapkan untuk bertanding di Porjar Provinsi Bali,” ujarnya di sela-sela pertandingan.

Meski demikian, Ani Pandini mengungkapkan bahwa jumlah peserta pada tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya atlet tingkat SMA, khususnya kelas tiga, yang telah lulus sehingga tidak lagi dapat berpartisipasi.

Di sisi lain, peningkatan justru terjadi pada kelompok usia dini, khususnya tingkat SD. Banyaknya atlet baru yang mulai bermunculan menjadi sinyal positif bagi perkembangan Judo di Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet berjalan dengan baik dan menjanjikan masa depan cerah bagi cabang olahraga ini.

Baca juga:  Sport Center Bangli Mulai Dimanfaatkan untuk Porjar

Dengan adanya Porjar, diharapkan pembinaan atlet sejak usia dini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, ajang ini juga menjadi momentum penting dalam membangun mental bertanding serta meningkatkan kualitas teknik para atlet muda sebelum melangkah ke tingkat provinsi maupun nasional. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN