
GIANYAR, BALIPOST.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memajukan dunia olahraga kian dipertegas melalui sinergi lintas lembaga. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gianyar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar rapat kerja (Raker) strategis bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Gianyar di Gedung DPRD Gianyar, Selasa (28/4).
Rapat koordinasi ini fokus pada pemantapan persiapan menghadapi dua agenda besar Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gianyar, I Putu Pebriantara, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal penuh program kerja KONI dan Dispora, terutama terkait anggaran dan fasilitas. DPRD mematok target ambisius namun realistis bagi kontingen Gianyar.
“Porjar adalah pertaruhan generasi masa depan. Kita mengejar posisi tiga besar di Porjar 2026 dan wajib mempertahankan posisi tiga besar pada Porprov 2027 di Buleleng nanti. Kesiapan harus menyeluruh, mulai dari sarana prasarana, jaminan BPJS, hingga intensitas pemusatan latihan,” ujar Pebriantara.
Menanggapi target tersebut, Ketua KONI Gianyar, Dewa Gede Alit Mudiarta, memaparkan rencana aksi yang terukur. Pihaknya akan segera melaksanakan tes fisik atlet untuk memetakan kekuatan awal.
“Kami akan melaksanakan Pemusatan Latihan Atlet Gianyar (Puslag) yang dijadwalkan mulai Juli hingga Desember 2026. Setelah itu, akan ada tes fisik ulang untuk mengukur progres kemampuan atlet sebelum terjun ke arena,” jelas Dewa Alit optimis.
Di sisi pembinaan usia dini, Kepala Dispora Gianyar, Wayan Wirasa, mengungkapkan target perolehan 116 medali emas pada Porjar Bali 2026. Untuk mencapai target tersebut, Gianyar berencana mengirimkan sekitar 590 atlet pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sesuai jadwal, Porjar Bali 2026 akan dihelat pada 5 hingga 10 Juni 2026.
“Porjar bukan sekadar ajang tanding, tapi wadah strategis menjaring bibit berprestasi secara berjenjang dan berkelanjutan,” tutur Wirasa.
Anggota DPRD, Ida Bagus Gaga Adi Saputra menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas olahraga hingga ke tingkat desa dan sekolah. Menurutnya, sekitar 70 persen atlet Porprov merupakan jebolan Porjar, sehingga pembinaan di tingkat bawah adalah kunci.
Sementara itu, Anggota DPRD Cok. Gde Agung Kusuma Putra menekankan bahwa prestasi tidak hanya soal fisik atlet, tapi juga kualitas pelatih. Ia mendorong adanya program pelatihan dan sertifikasi bagi para pelatih di Gianyar agar standar pembinaan meningkat.
Melalui raker ini, tercipta kesepahaman bahwa prestasi olahraga Gianyar tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui sinergi perencanaan jangka panjang antara eksekutif, legislatif, dan para pemangku kepentingan olahraga di Bumi Seni.(Wirnaya/balipost)










