Rapat Kerja Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Bali pada sektor pendidikan, di Ruang Rapat Jana Kerthi Disdikpora Bali, Jumat (27/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mulai mengakselerasi penguatan karakter dan daya saing generasi muda melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Kerja Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Bali pada sektor pendidikan, Jumat (27/3), di Ruang Rapat Jana Kerthi Disdikpora Bali.

Rakor dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, bersama tim penyusun SDM Bali Unggul yang terdiri dari Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, I Gede Bagia Artha, I Ketut Sumarta, serta Kepala UPTD BPTKK Fajar Apriani. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Bali.

Baca juga:  Persaingan Destinasi Pariwisata Makin Ketat, Sertifikasi Vila Jadi Faktor Utama Jaga Daya Saing

Fokus utama rapat adalah menyamakan persepsi terkait implementasi program SDM Bali Unggul agar dapat terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK dan SLB.

“Program ini bukan sekadar peningkatan akademik, tetapi bagaimana pendidikan mampu membentuk manusia Bali yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing,” tegas Wesnawa saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3).

Konsep SDM Bali Unggul sendiri menjadi prioritas Pemprov Bali dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian kuat dan tetap berakar pada kearifan lokal.

Baca juga:  Kalau Disiplin Cegah COVID-19, Bali Tak Perlu Ajukan PSSB ke Pusat

Integrasi ini dilakukan melalui penyelarasan kurikulum dengan agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan nilai budaya Bali, karakter, serta kompetensi abad ke-21. Sekolah juga didorong menjadi ekosistem pengembangan talenta (talent management) bagi peserta didik.

Selain itu, berbagai program akan disinergikan dalam kalender pendidikan, seperti penguatan kegiatan tengah semester, ekstrakurikuler berbasis budaya dan kewirausahaan, hingga kolaborasi dengan desa adat sebagai laboratorium pembelajaran kontekstual.

Baca juga:  Jaga Keamanan Laut Tabanan, DPRD Desak Pemkab Buat Pelabuhan

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi Bali yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan memiliki identitas budaya yang kuat di tengah tantangan global.

Lewat percepatan ini, sektor pendidikan di Bali diarahkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah berbasis kearifan lokal menuju Bali Era Baru. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN