Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Lima pemuda diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang saat tengah nongkrong di sebuah kafe di wilayah Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Kamis (26/3). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

Kasus ini kini dalam tahap penyelidikan oleh aparat Polsek Kubutambahan. Kelima korban masing-masing berinisial IGS (16), KSI (16), IKSMG (18), GKYP (20), dan KJAA (20). Mereka diketahui merupakan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari wilayah yang sama.

Baca juga:  "Gede, Ajik Sing Ngelah Bekel" Awal Dugaan Korupsi APBDes Tusan

Dari keterangan awal, para korban datang ke kafe All Star bersama beberapa temannya untuk berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras. Namun, di lokasi tersebut sudah terdapat sekitar 10 orang lainnya yang diduga berasal dari wilayah Kubutambahan.

Tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, tiba-tiba terjadi aksi kekerasan. Para korban mengaku dipukul secara bersama-sama menggunakan tangan oleh kelompok orang tersebut. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka-luka dan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

Baca juga:  Tokoh Nasional dan Ribuan Pemuda akan Hadiri Jambore Kebangsaan dan Wirausaha

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Peristiwa ini masih dalam tahap lidik. Kami telah menerima laporan korban dan sedang melakukan pendalaman, termasuk mengidentifikasi para terlapor yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut,” ujarnya, Jumat (27/3). (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN