Sejumlah ternak sapi milik warga belum semua tersentuh vaksinasi PMK. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan mengalihkan fokus penanganan kesehatan hewan dari vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke fokus prioritas yakni vaksinasi rabies mulai April hingga Juni 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Gede Eka Partha Ariana, Jumat (27/3), menjelaskan program vaksinasi PMK sementara dihentikan dan dialihkan ke vaksinasi rabies yang dinilai lebih prioritas. Hingga akhir Maret, realisasi vaksinasi PMK tercatat mencapai 4.010 ekor sapi dari total estimasi populasi 31.007 ekor. Sementara target yang ditetapkan sebanyak 6.500 ekor diperkirakan hanya terealisasi sekitar 70 persen. “Untuk bulan April mendatang, kegiatan vaksinasi PMK akan digantikan dengan vaksinasi rabies,” ujarnya.

Baca juga:  Miracle Inspirasi Wanita Indonesia

Menurutnya, vaksinasi rabies akan dilaksanakan serentak oleh seluruh UPTD dengan target sekitar 7.000 ekor hewan, menyesuaikan ketersediaan vaksin. Sasaran utama difokuskan pada wilayah yang pernah terpapar kasus rabies. “Semua UPTD bergerak, khususnya menyasar daerah yang pernah positif rabies,” tegasnya.

Saat ini, masih terdapat tiga wilayah yang berstatus zona merah rabies, yakni Lumbung Kauh, Munduk Temu, dan Lalanglinggah. Jumlah ini menurun dibanding sebelumnya yang mencapai enam desa, sehingga dinilai sebagai indikator positif keberhasilan penanganan.

Baca juga:  Ribuan Angkatan Kerja Belum Terserap Dunia Usaha

Di sisi lain, capaian vaksinasi PMK tertinggi tercatat di Kecamatan Selemadeg Timur sebanyak 1.160 ekor dari populasi 2.141 ekor. Disusul Kecamatan Marga 1.050 ekor dari 4.124 ekor, serta Baturiti 810 ekor dari 9.291 ekor. Kecamatan Kediri mencatat 670 ekor dan Selemadeg Barat 190 ekor, sementara sejumlah kecamatan lainnya masih nihil.

Meski vaksinasi PMK belum tuntas, pemerintah memastikan program tersebut akan dilanjutkan pada periode berikutnya. Langkah pengalihan fokus ini diharapkan mampu menekan penyebaran rabies sekaligus menjaga kesehatan hewan ternak secara menyeluruh di Tabanan.(Puspawati/balipost)

Baca juga:  PMK di Bali 3L, Virus Sulit Dikendalikan

 

BAGIKAN