
NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga di Yehembang, Kecamatan Mendoyo, yang rumahnya terdampak bencana angin kencang Kamis (19/3) lalu, diberikan bantuan awal bahan untuk perbaikan melalui bantuan PMI. Sedikitnya ada 10 rumah warga yang terdampak, dengan kerusakan di bagian atap akibat diterjang angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Minggu (22/3), mengatakan, warga yang terdampak seluruhnya mengalami kerusakan pada atap rumah. “Yang paling parah rumah milik I Wayan Budiasa, atap bangunan rumah rusak dengan perkiraan kerugian Rp1,5 juta,” terangnya.
Selain itu, 9 rumah warga lainnya di sekitar Banjar Pasar, Desa Yehembang tersebut mengalami kerusakan kecil beberapa genteng rusak dan asbes di bangunan dapur. “Kemarin kita serahkan langsung untuk bantuan awal berupa terpal dan sembako, kami juga berkoordinasi dengan PMI agar dapat bantuan langsung berupa barang baik itu genteng maupun asbes. Agar tidak menunggu lama untuk proposal,” terangnya.
Agus menambahkan, pihaknya melalui tim reaksi cepat langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan telah melakukan asesmen termasuk menyerahkan bantuan awal. Selain kerusakan pada atap, salah satu rumah juga mengalami kerusakan pada tembok panyengker yang roboh. Dari asesmen, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10,6 juta.
Bantuan awal terpal diharapkan dapat meringankan beban warga sembari menunggu perbaikan lebih lanjut. Artana Putra menambahkan, penanganan di lapangan juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, hingga relawan kebencanaan. Selain itu, proses pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan total kerugian secara riil.
Angin kencang yang menerjang wilayah pesisir Yehembang, saat Nyepi merusak sejumlah rumah warga di Banjar Pasar. Total ada 10 rumah dengan kerusakan sebagian besar ringan di bagian atap. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seorang warga yang atap rumahnya berbahan asbes rusak, untuk sementara menetap di rumah kerabat terdekat. Sedangkan bangunan rumah yang rusak atapnya ditutup terpal bantuan dari BPBD Jembrana. (Surya Dharma/balipost)










