
GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang pelajar berinisial IPOP (11), asal Desa Sidan, Gianyar. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya di aliran Tukad Melangit, Jumat (20/3) sore di tengah umat Hindu merayakan Ngembak Geni.
Kapolsek Gianyar, Kompol Made Adi Suryawan, dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika korban bersama empat teman sekelasnya sepakat untuk mandi di sungai sekitar pukul 15.00 WITA
“Awalnya korban mandi di area yang dangkal. Namun, tak berselang lama korban terpeleset ke bagian sungai yang lebih dalam. Teman-teman korban sempat berupaya menarik tangan korban, namun tidak berhasil karena arus di lokasi cukup dalam dan deras,” ujar Kompol Adi Suryawan.
Melihat korban terseret arus, rekan-rekan korban segera berteriak meminta bantuan. Seorang warga yang sedang mencari sayur pakis di sekitar bantaran sungai langsung terjun ke air untuk melakukan pencarian.
Upaya pencarian awal selama 20 menit sempat nihil karena kondisi arus dasar sungai yang sangat kuat. Warga kemudian menghubungi bantuan tambahan dari krama desa setempat.
Setelah upaya pencarian intensif, pada pukul 15.50 WITA, tubuh korban akhirnya muncul ke permukaan air dalam kondisi lemas.
”Warga sempat memberikan pertolongan pertama berupa napas buatan di lokasi, namun tidak ada respon dari korban. Korban kemudian segera dilarikan ke RS Famili Husada untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah Kompol Adi.
Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa nyawa siswa SDN 2 Sidan tersebut tidak tertolong dan dinyatakan telah meninggal dunia.
Atas kejadian ini, Kompol Adi Suryawan menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama saat bermain di area rawan seperti sungai atau perairan dalam. (Wirnaya/balipost)










