Ogoh-ogoh karya ST Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada saat pangerupukan atau H-1 Nyepi Tahun Saka 1948, ogoh-ogoh akan keluar untuk diarak keliling wilayah masing-masing. Di Denpasar diperkirakan ada 373 ogoh-ogoh dari masing-masing banjar.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pengarakan ogoh-ogoh ditekankan agar tidak melewati batas waktu serta penanganan sampah juga menjadi perhatian oleh masing-masing banjar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara saat diwawancarai, Selasa (17/3). Terkait jumlah ogoh-ogoh dia mengatakan, sesuai jumlah banjar di Denpasar akan ada 373 ogoh-ogoh. “Kalau jumlah banjar di Denpasar 377. Tapi di Renon kan tidak buat ogoh-ogoh itu ada 4 banjar. Jadi yang membuat ogoh-ogoh adalah 373 banjar,” katanya.

Baca juga:  Inisiatif "Hyperlocal" Bantu Usaha Fashion di Bali Berkembang

Dia tak memungkiri akan ada ogoh-ogoh lain dari komunitas, selain sekaa teruna yang tidak bisa didata. Dengan demikian, jumlah ogoh-ogoh akan lebih dari 373 buah.

Pihaknya juga menekankan agar pengarakan ogoh-ogoh tahun ini tidak melewati batas waktu yakni hingga pukul 12 malam. Hal tersebut telah disesuaikan dengan Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian ogoh-ogoh.

Selain mematuhi perda, pembatasan waktu pengarakan ogoh-ogoh juga untuk memberikan waktu kepada petugas kebersihan sebelum brata penyepian mulai dijalankan. Di sisi lain persoalan sampah yang dihasilkan saat pengerupukan nanti juga diharapkan agar masing-masing banjar yang bisa ikut berpartisipasi dalam pembersihannya. Terutama di kawasan Catur Muka yang sebelum pagi hari kondisi sudah bersih. “Jadi tidak semua dibebankan ke DLHK,” ujar Raka Purwantara.

Baca juga:  Mesin Pompa Korsleting, Gudang Pakaian di Jalan Trenggana Terbakar

Terkait hal tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masing-masing kecamatan serta ke banjar-banjar. Termasuk dua banjar yakni Tainsiat dan Banjar Gemeh yang menjadi pionir. Dengan itu diharapkan pelaksanaaan pengerupukan berjalan dengan lancar, aman dan bersih dari sampah. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN