
DENPASAR, BALIPOST.com – Jalan I Nyoman Giri Prasta menuju kursi Ketua Umum KONI Bali kian mulus. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi menetapkannya sebagai calon tunggal Ketua Umum KONI Provinsi Bali masa bakti 2026–2030, setelah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat pleno TPP pada Senin (16/3), yang sekaligus menjadi penutup tahapan pemeriksaan berkas para bakal calon. Dari seluruh pendaftar, hanya Giri Prasta yang mengembalikan dokumen lengkap sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Tak hanya itu, kekuatan dukungan yang dikantongi Giri Prasta juga tergolong sangat solid. Ia berhasil mengamankan dukungan tertulis dari berbagai unsur, mulai dari cabang olahraga prestasi, badan fungsional, hingga KONI kabupaten/kota se-Bali. Jumlah dukungan tersebut bahkan melampaui ambang batas minimal 30 persen pemegang hak suara dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).
Ketua TPP, Maryoto Subekti menegaskan seluruh proses penjaringan berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Ia didampingi jajaran TPP lainnya, yakni Fredrik Billy, Ida Bagus Dipta, serta anggota Agung Dian Hendrawan dan I Komang Suartana.
“Hasil penetapan ini akan kami bawa dan sampaikan secara resmi dalam forum Musorprov KONI Bali yang dijadwalkan pada 23 Maret 2026,” ujar Maryoto.
Dengan status sebagai calon tunggal, Giri Prasta kini tinggal menunggu pengesahan dalam forum Musorprov. Jika tidak ada perubahan, ia dipastikan akan memimpin KONI Bali untuk periode empat tahun ke depan.
Penetapan ini sekaligus menandai besarnya kepercayaan insan olahraga Bali terhadap kepemimpinan Giri Prasta untuk membawa prestasi olahraga Pulau Dewata semakin bersinar di tingkat nasional maupun internasional. (Suka Adnyana/balipost)










