
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait perayaan Nyepi bersamaan dengan malam takbiran Idul Fitri, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyiapkan mitigasi potensi konflik sosial. Hal ini disampaikan Irjen Daniel saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (16/3).
Rakor tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan masyarakat di Pulau Dewata. Dalam paparannya, Daniel menjelaskan bahwa Bali sebagai daerah pariwisata menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Hal ini perlu terus diperkuat dengan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi konflik sosial.
Oleh karena itu, penting adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. “Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif, setiap potensi permasalahan di tengah masyarakat dapat dideteksi sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, Bali memiliki kearifan lokal yang sangat kuat dalam menjaga keharmonisan. Nilai-nilai toleransi dan gotong royong harus terus dijaga, terutama menjelang hari raya Nyepi serta Idulfitri agar tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Lebih lanjut, Daniel menyampaikan, Polda Bali bersama seluruh jajaran telah melaksanakan Operasi Ketupat Agung-2026 sebagai langkah strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri 1447 H. Dalam pelaksanaannya, pihaknya mengedepankan berbagai upaya preventif melalui peningkatan patroli, pengamanan di titik-titik keramaian, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Penguatan koordinasi dan sinergitas dengan instansi terkait serta seluruh elemen masyarakat juga terus dilakukan guna memastikan setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat. Dengan demikian, stabilitas keamanan di wilayah Bali tetap terjaga,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)










