Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali ini menyiagakan ratusan tenaga kesehatan (nakes) guna menjamin pelayanan medis bagi masyarakat tetap optimal di tengah pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim komprehensif untuk berjaga selama Hari Raya Nyepi. Total sebanyak 145 tenaga kesehatan profesional akan bertugas mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 WITA.

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta tenaga pendukung lainnya yang akan memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Mau Jadi Anggota DPD? Ini Syarat Pencalonannya

“RSUD Bali Mandara selama Hari Raya Nyepi berkomitmen tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar. Kami telah mempersiapkan tim yang lengkap untuk bersiaga selama pelaksanaan berata penyepian,” ujarnya, Sabtu (14/3).

Untuk memperkuat layanan medis, RSUD Bali Mandara juga menyiapkan 24 dokter spesialis yang berada dalam status on call atau siap dipanggil sewaktu-waktu jika terjadi kondisi darurat. Para dokter tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari bedah, kardiologi, neurologi, obstetri-ginekologi, hingga pediatri.

Selain tenaga medis, layanan rumah sakit juga didukung berbagai unit penunjang. Sebanyak 12 tenaga gizi disiagakan untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien dan petugas terpenuhi. Unit Sterilisasi dan Desinfeksi (CSSD) diperkuat tiga petugas untuk menjamin kesiapan peralatan medis.

Baca juga:  42 Warga Binaan Terima Remisi Nyepi

Layanan penunjang lainnya meliputi tiga tenaga laundry untuk menjaga kebersihan linen pasien, dua radiografer radiologi untuk pemeriksaan imaging darurat, serta empat petugas laboratorium patologi klinik untuk pemeriksaan laboratorium.

Di sisi farmasi, rumah sakit menyiagakan enam tenaga apoteker dan asisten apoteker guna memastikan ketersediaan obat-obatan. Sementara itu, tiga petugas rekam medis bertugas menangani dokumentasi pasien, serta tiga petugas IPSRS memastikan sarana dan prasarana rumah sakit tetap berfungsi optimal.

Baca juga:  Ajang Promosi Aceh di Bali, "Aceh Night in Bali" Digelar

Putra menegaskan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bali Mandara akan tetap beroperasi 24 jam penuh selama Hari Raya Nyepi.

“Setiap pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat akan tetap mendapatkan pelayanan terbaik tanpa terkecuali. Kami memahami kondisi kesehatan tidak mengenal hari libur, sehingga rumah sakit harus siap merespons setiap keadaan darurat,” tegasnya.

Dengan kesiapan tersebut, RSUD Bali Mandara berharap masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi dari sisi layanan kesehatan meskipun Bali menjalani Hari Raya Nyepi yang identik dengan suasana hening. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN