Kebakaran yang terjadi di salah satu ruangan KMP Portlink VII saat bersandar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kondisi tersebut tidak mengganggu penyeberangan Jawa-Bali. KMP yang memiliki kapasitas jumbo dibandingkan kapal lain itu kini tengah diperbaiki. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kebakaran menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) KMP Portlink VII saat proses muat kendaraan di Dermaga MB IV Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (11/3) malam. Api berhasil dipadamkan dalam waktu cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan kendaraan pengguna jasa. Kapal feri milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut kini sementara dipindahkan ke Dermaga Bulusan untuk dilakukan proses perbaikan sekaligus pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.08–20.22 WIB ketika kapal tengah memuat kendaraan sebelum berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Saat proses muat berlangsung, tiba-tiba muncul percikan api di area deck penumpang bagian kanan belakang kapal atau lantai dua.

Percikan api tersebut dengan cepat membesar sehingga sempat memicu kepanikan di antara penumpang dan awak kapal. Mengetahui kejadian tersebut, kru kapal segera melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Penanganan kemudian diperkuat oleh tim tanggap darurat darat dengan memanfaatkan hydrant air tawar hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.35 WIB.

Baca juga:  11 Formasi CPNS Jembrana Dipastikan Kosong

Petugas pelabuhan bersama awak kapal juga langsung mengevakuasi seluruh penumpang serta kendaraan yang sudah berada di dalam kapal guna menghindari risiko lebih besar. Sebanyak 12 unit truk logistik kemudian dialihkan ke kapal lain, yakni KMP Jambo, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sementara satu unit truk yang tertinggal mendapatkan penanganan layanan lanjutan.

Dalam insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Penanganan cepat dari kru kapal dan petugas pelabuhan membuat kobaran api dapat segera dikendalikan.

Baca juga:  Ratusan Prajurit Yonif Raider 900/SBW Gelar Latihan di Celukan Bawang

Staf Operasional ASDP Cabang Pelabuhan Ketapang, Hizkya Sandrianto, saat ditemui usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di GOR Kresna Jvara, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kamis (12/3), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah api berhasil dipadamkan, kapal langsung dipindahkan ke Dermaga Bulusan untuk menjalani perbaikan.

“Syukurnya api bisa cepat dipadamkan. Saat ini KMP Portlink VII sudah dipindahkan ke Dermaga Bulusan untuk proses perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan apresiasi atas kesigapan awak kapal dan tim operasional yang berhasil menangani insiden sesuai prosedur keselamatan.

Ia menegaskan, pihak ASDP saat ini masih berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan seluruh aspek keselamatan kapal terpenuhi sebelum kembali dioperasikan. Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada kemungkinan korsleting listrik, namun hal tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga:  Mayat Membusuk Ditemukan di Sungai

Meski terjadi insiden, operasional penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk dipastikan tetap berjalan normal. Arus kendaraan logistik juga disebut tetap lancar tanpa antrian panjang di area pelabuhan.

Sebagai langkah antisipasi, ASDP akan memperketat pemeriksaan kendaraan dan muatan yang hendak naik ke kapal, khususnya yang membawa barang berpotensi mudah terbakar seperti rongsokan.

“Pemeriksaan akan dimaksimalkan, terutama kendaraan yang membawa muatan berisiko. Kami pastikan tidak ada barang mudah terbakar yang dapat membahayakan pelayaran,” tegasnya. (surya dharma/balipost)

BAGIKAN