Pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Nyepi dan Idul Fitri. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) hari raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi sekaligus memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Badung, I Made Wirya Santosa mengatakan, selain melakukan pengawasan pasar secara intensif, pemerintah juga melakukan intervensi melalui pasar murah di sejumlah wilayah. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:  Perlengkapan Penjor Diserbu Pembeli, Pemkab Badung Terus Tekan Inflasi Jelang Galungan

“Untuk mengantisipasi kenaikan harga dan mengusahakan kelancaran distribusi, dalam waktu dekat kami akan adakan pasar murah pada tanggal 10 dan 12 maret, yakni pada 10 Maret di Desa Sading dan 12 Maret di Desa Dalung,” jelasnya.

Menurutnya, momentum Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan tahun ini berpotensi meningkatkan permintaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting). “Pasar murah ini adalah bagian dari rangkaian pengendalian inflasi di Kabupaten Badung. Kami berharap langkah ini efektif mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Tidak hanya bahan pangan, Diskop UKMP Badung juga menyediakan LPG 3 kilogram serta sarana upakara yang banyak dibutuhkan masyarakat Bali menjelang Nyepi.

Baca juga:  DPRD Bali Umumkan Hasil Penetapan Gubernur dan Wagub Bali Terpilih

Wirya Santosa menambahkan, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk memberikan subsidi kepada pedagang atau penyedia produk sehingga harga yang dijual kepada masyarakat dapat lebih murah. Melalui langkah pengawasan pasar yang lebih intensif serta intervensi melalui pasar murah, Pemkab Badung berharap pasokan bahan pokok tetap terjaga dan harga tetap stabil menjelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri.

Di sisi lain, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta mengatakan bahwa menjelang hari besar keagamaan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok biasanya meningkat sehingga memicu kenaikan harga di pasaran.

Baca juga:  Sebanyak 26 Napi Terima Remisi Idul Fitri, Satu Langsung Bebas

“Pemerintah berkewajiban mengambil langkah preventif. Melalui pasar murah ini, kami memberikan jaminan stabilitas harga di pasaran. Barang yang dijual di sini harus benar-benar di bawah harga pasar sehingga meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi sejumlah pihak yang turut mendukung dengan memberikan subsidi pada beberapa komoditas. Kegiatan pasar murah ini juga melibatkan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pelaku usaha lokal sehingga tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok murah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN