Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta (kiri) menerima jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (6/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – I Nyoman Giri Prasta menerima audiensi jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia Bali di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (6/3). Pertemuan tersebut membahas persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Bali serta strategi peningkatan prestasi olahraga Bali menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.

Ketua KONI Bali, Gusti Ngurah Oka Darmawan, menjelaskan bahwa Musprov KONI Bali dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret 2026. Saat ini proses penjaringan bakal calon ketua telah dimulai dengan tiga kandidat yang siap bertarung dalam pemilihan Ketua Umum KONI Bali periode 2026–2030.

“Kami mengundang Bapak Wakil Gubernur untuk hadir dalam pemaparan visi dan misi para calon Ketua KONI pada Musprov mendatang,” ujar Oka Darmawan.

Ia menjelaskan, KONI Bali saat ini membawahi sekitar 60 cabang olahraga (cabor). Menurutnya, prestasi olahraga Bali selama ini cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca juga:  Soal Tambahan Kasus Meninggal COVID-19 di Bali, Ini Kata Gubernur Koster

Salah satu perhatian utama adalah menjaga agar atlet-atlet berprestasi Bali tidak berpindah memperkuat daerah lain. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesejahteraan atlet serta memperkuat sistem pembinaan jangka panjang.

“Kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius agar tidak terjadi perpindahan atlet berprestasi Bali ke daerah lain. Kami juga terus memetakan cabang olahraga yang menjadi andalan untuk meraih prestasi,” jelasnya.

Oka Darmawan juga mengungkapkan bahwa anggaran KONI Bali pada tahun 2026 mencapai Rp8 miliar. Dana tersebut diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk PON mendatang.

Pada PON berikutnya, Bali diperkirakan akan kehilangan 11 cabang olahraga yang tidak dipertandingkan. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis dengan menargetkan Bali mampu meraih 21 medali emas pada PON yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur tahun 2028.

Baca juga:  Kabupaten Badung Dapatkan Kuota 6.870 Formasi P3K Tahun 2024

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan olahraga dan pembinaan atlet berprestasi di Pulau Dewata.
Menurutnya, peningkatan prestasi olahraga harus didukung berbagai aspek, termasuk penerapan sport science, pemanfaatan teknologi pembinaan, serta penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai.

“Sport science dan infrastruktur pendukung harus menjadi perhatian. Fasilitas yang representatif sangat penting bagi pembinaan atlet,” ujar Giri Prasta yang juga ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI Bali periode 2026–2030.

Ia juga menyoroti pentingnya renovasi gedung olahraga (GOR) agar lebih representatif dengan tribun melingkar serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti outlet dan ruang penunjang lainnya.
“GOR perlu direnovasi agar lebih representatif. Kita harus menyediakan fasilitas yang baik bagi cabang olahraga dan para atlet,” katanya.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan Desa Dalung

Selain itu, Giri Prasta menekankan pentingnya evaluasi hasil PON sebelumnya guna meningkatkan prestasi Bali di ajang berikutnya. Evaluasi tersebut mencakup pembinaan atlet, kesiapan venue, sistem pelatihan hingga regulasi yang mendukung kepastian pembinaan olahraga.

Ia juga menilai cabang olahraga olimpik harus mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi besar dalam perolehan medali, seperti renang, atletik, sepatu roda, dan dayung. “Cabang olahraga seperti renang memiliki peluang besar karena satu atlet bisa meraih beberapa medali. Ini harus kita dorong pembinaannya,” pungkasnya. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN