Wakil Bupati Buleleng, Supriatna meninjau sejumlah bangunan rusak di Desa Banjar yang diterjang banjir bandang pada Jumat malam (6/3). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tiga warga Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dilaporkan hilang setelah terseret banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Mendaum, Jumat malam (6/3).

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna langsung turun ke lokasi kejadian untuk memantau sekaligus ikut melakukan pencarian korban hingga dini hari.

Supriatna tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WITA didampingi Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adipta Eka Putra, Camat Banjar Putu Widiawan, serta tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat setempat.

Tim gabungan melakukan pencarian di sekitar rumah korban yang terdampak banjir bandang. Namun hingga pencarian dilakukan, ketiga korban belum berhasil ditemukan.

Baca juga:  Cokorda Pemecutan XI Lebar

Usai melakukan pencarian di sekitar lokasi rumah korban, Supriatna bersama tim juga melakukan penelusuran hingga ke kawasan Pantai Banjar. Pencarian bahkan berlangsung hingga pukul 01.45 WITA, namun ketiga korban yang hanyut belum berhasil ditemukan.

Supriatna mengaku sangat prihatin dengan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng.

“Kami sangat prihatin dengan bencana yang melanda beberapa kecamatan seperti Sukasada, Banjar, Kota, Busungbiu dan Seririt. Terlebih banjir besar di Desa Banjar yang menghanyutkan empat orang warga, dimana satu sudah ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.

Menurutnya, hujan deras yang terjadi di wilayah hulu seperti Desa Munduk, Gobleg dan sekitarnya menyebabkan daerah di hilir terdampak banjir. Bahkan banjir juga melanda jalur utama Singaraja–Seririt sehingga arus lalu lintas sempat lumpuh akibat genangan air bercampur lumpur di badan jalan.

Baca juga:  Jukung Dihantam Ombak dan Tenggelam, Pria Madura Diselamatkan

“Curah hujan yang sangat tinggi dari hulu hingga hilir menyebabkan banjir besar. Selain menyeret warga dan merusak rumah, banjir juga menggenangi jalan Singaraja–Seririt sehingga menyebabkan kemacetan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, banjir membuat sejumlah jembatan meluap akibat tersumbat material, bahkan ada jembatan yang mengalami kerusakan hingga terputus sehingga memperparah kemacetan di sejumlah titik.

“Banyak jembatan yang airnya meluap karena tersumbat material, bahkan ada juga yang terputus sehingga jalan sempat lumpuh total,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjut Supriatna, segera melakukan pendataan terhadap korban maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang tersebut.

Baca juga:  BRI Implementasikan Strategi Komunikasi yang Kreatif dan Berempati

“Kami akan segera melakukan pendataan terkait korban, kerusakan dan kerugian akibat banjir ini. Kami juga berharap warga yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan seperti bantaran sungai, pesisir pantai maupun wilayah lereng pegunungan agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada, terutama yang tinggal di dekat sungai, pantai maupun lereng. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa serupa dan tidak ada lagi korban jiwa,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN