Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong menuju Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, dilaporkan ambrol. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kualitas proyek infrastruktur di Kabupaten Gianyar kembali menjadi sorotan. Ruas jalan pedesaan yang menghubungkan Banjar Belong menuju Banjar Tebuana di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, ambrol di beberapa titik. Ironisnya, padahal perbaikan jalan tersebut baru saja tuntas kurang dari tiga bulan yang lalu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (5/3), badan jalan mengalami amblas sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman mencapai 70 sentimeter. Kerusakan terkonsentrasi di dua titik berbeda, yang mengakibatkan kendaraan kini hanya bisa menggunakan setengah badan jalan. Muncul retakan baru di sekitar area ambrol yang mengancam stabilitas jalan secara keseluruhan. Arus lalu lintas harus dilakukan secara bergantian untuk menghindari beban berlebih pada struktur yang tersisa.

Baca juga:  Awal 2019, Bendungan Terbesar di Nusra Dibangun di 3 Kabupaten

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka saat dikonfirmasi mengatakan bahwa wilayahnya memang memiliki karakteristik tanah yang labil. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama jenuhnya tanah hingga menyebabkan longsor. “Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujar I Wayan Warka.

Pihak desa berharap adanya pertanggungjawaban dari kontraktor pelaksana mengingat proyek ini masih tergolong sangat baru. Masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan roda empat dan kendaraan bermuatan berat, diminta untuk ekstra hati-hati saat melintasi jalur ini, mengingat potensi ambles susulan masih sangat tinggi selama musim penghujan.

Baca juga:  SE Gubernur Koster Terkait Tenun Endek Diapreasi

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Made Gede Astawiguna, seizin Kadis PUPR menyampaikan bahwa ruas jalan lingkungan Tebuana merupakan ruas jalan kabupaten yaitu ruas jalan Belong – Tebuana. Kejadian jebol di beberapa titik merupakan amblasnya bahu jalan yang memiliki lebar 1,5 – 2,0 meter.
Ini dimana terdapat rumpun bambu yang amblas akibat intensitas hujan yang terjadi antara tanggal 10 – 25 Pebruari 2026.

Baca juga:  Jalan di Banjar Mukus Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki

Dari survey lapangan yang dilaksanakan diperkirakan kondisi tanah di areal tersebut berupa lempung berpasir yang memiliki kelabilan tanah yang tinggi. Astawiguna menambahkan menindaklanjuti hal itu, PUPR telah memerintahkan kepada pelaksana kerja untuk memperbaiki infrastruktur pekerjaan yang terdampak akibat longsor, mengingat masa pemeliharaan struktur masih menjadi tanggungjawab kontraktor. Tanah longsor yang terjadi di luar pekerjaan struktur oleh penyedia dilaksanakan penelitian kondisi tanah lebih lanjut untuk dapat dilakukan pekerjaan pengamanan terhadap struktur yang telah dibangun. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN