Bandara Ngurah Rai. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berujung pada penutupan ruang udara di sejumlah negara mulai berdampak signifikan terhadap konektivitas udara di Pulau Dewata. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melaporkan puluhan jadwal penerbangan rute internasional terpaksa dibatalkan demi keamanan dan keselamatan penerbangan.

Hingga pemutakhiran data pada Rabu (4/3) pukul 15.00 WITA, tercatat sebanyak 35 jadwal penerbangan internasional mengalami pembatalan (cancel). Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjelaskan bahwa rincian pembatalan tersebut terdiri dari 20 jadwal keberangkatan dan 15 jadwal kedatangan.

“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa hingga Rabu pukul 13.00 WITA, terdapat total 35 jadwal penerbangan rute internasional yang terdampak. Kami terus melakukan pemantauan berkesinambungan terhadap situasi di Timur Tengah,” ujarnya.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Sejumlah Aktivitas Penerbangan Bandara Ngurah Rai Sempat Terdampak

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga maskapai besar yakni Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways menjadi yang paling terdampak. Pada sektor keberangkatan, pembatalan mencakup rute-rute menuju hub utama di Timur Tengah seperti Dubai (DXB), Abu Dhabi (AUH), dan Doha (DOH). Periode pembatalan terpantau terjadi sejak 28 Februari hingga 4 Maret 2026.

Beberapa penerbangan keberangkatan yang dibatalkan diantaranya adalah Emirates EK369 dan EK399 tujuan Dubai, Etihad Airways EY477 tujuan Abu Dhabi, serta Qatar Airways QR963 dan QR961 tujuan Doha. Sementara itu, pada sektor kedatangan, terdapat 15 penerbangan dari ketiga kota tersebut yang juga tidak dapat mendarat di Bali sesuai jadwal semula.

Baca juga:  Menpar Pantau Keadaan Gunung Agung Hingga Pura Besakih

Meskipun terjadi gelombang pembatalan pada rute Timur Tengah, manajemen memastikan bahwa operasional bandara secara umum tidak terganggu. “Operasional penerbangan untuk rute lain dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” tegasnya.

Dampak dari pembatalan ini menyasar setidaknya 5.905 calon penumpang yang terdaftar pada manifest keberangkatan. Manajemen bandara telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan hak-hak penumpang terpenuhi dan proses birokrasi akibat keadaan darurat ini berjalan lancar.

Pihak bandara telah menyediakan area pelayanan help desk maskapai di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Selain itu, berkolaborasi dengan Kantor Imigrasi, disediakan konter khusus untuk pengurusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi penumpang mancanegara yang masa tinggalnya habis akibat pembatalan penerbangan ini.

Baca juga:  Terlibat Penyelundupan Ribuan Butir Ekstasi, WN Malaysia Dituntut 10 Tahun Penjara

Sebagai bentuk empati dan pelayanan prima, manajemen bandara juga menyediakan makanan ringan dan minuman gratis setiap hari bagi penumpang yang terdampak dan masih berada di area terminal. Dari sisi teknis operasional, pengelola telah mengantisipasi pengaturan parking stand untuk menampung lima pesawat dari maskapai yang terdampak agar tidak mengganggu alur pergerakan pesawat lainnya.

PT Angkasa Pura Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan ruang udara yang terdampak, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan kondusivitas di area bandara. Maskapai penerbangan juga diminta untuk terus memperbarui jadwal dan memberikan penanganan terbaik bagi penumpang sesuai kebijakan masing-masing. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN