Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (kiri), petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan (tengah) dan Anak Agung Ngurah Maha Diptha (kanan). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali masa bakti 2026–2030 resmi memanas. Tiga tokoh telah mengambil formulir pendaftaran batas hari terakhir di Sekretariat KONI Bali, menandai dimulainya persaingan menuju kursi tertinggi olahraga Pulau Dewata.

Ketiga bakal calon tersebut adalah Anak Agung Ngurah Maha Diptha, petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Anak Agung Ngurah Maha Diptha yang juga Pengurus KONI Bali Bidang Dana menjadi kandidat pertama yang mengambil formulir pada Senin (2/3). Komisaris Jasa Marga Bali Tol itu mengusung tagline “KONI Bali Era Baru” dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca juga:  Thailand Laporkan Kluster Omicron Pertama

“KONI Era Baru ini ibarat bangunan, di mana cabor adalah pemiliknya, sedangkan pengurus KONI adalah fasilitator. Bukan administrator, apalagi birokrator,” tegasnya.

Sehari berselang, Selasa (3/3), petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan menyusul mengambil formulir sekitar pukul 10.30 WITA. Oka menegaskan bahwa proses ini adalah bagian dari demokrasi organisasi.

“Siapapun nanti yang memenuhi syarat sesuai ketentuan, tentu kita semua berpikir demi kepentingan Bali ke depan,” ujarnya.

Terkait dukungan suara, Oka memilih menunggu waktu. “Prosesnya masih panjang, nanti kami sampaikan,” tambahnya.

Baca juga:  WHO Sebut Dunia Makin "Buta" Soal COVID-19

Sementara itu, drama terjadi pada hari terakhir pendaftaran. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melalui ajudannya I Putu Bayu Airlangga, mengambil formulir di detik-detik akhir, bahkan melewati batas waktu penutupan pukul 16.00 WITA. Putu Bayu tiba di sekretariat sekitar pukul 17.20 WITA.

“Suratnya sudah dari pagi, tapi saya menunggu perintah pimpinan. Sekitar pukul 15.00 WITA baru ada arahan untuk mengambil formulir,” jelasnya.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Maryoto Subekti mengungkapkan bahwa pihaknya tetap menerima karena sebelumnya sudah ada komunikasi. “Sebelum jam 4 sore sudah menelpon, sekitar 10 menit sebelumnya, sehingga kami putuskan untuk menunggu,” tandasnya.

Baca juga:  Agus Mahayastra Cuti Mulai 15 Februari

Menurut Wakil Ketua TPP Fredrik Billy, syarat pencalonan cukup ketat. Bakal calon harus mengantongi dukungan minimal 30 persen suara dari KONI Kabupaten/Kota serta 30 persen dari cabang olahraga prestasi dan badan fungsional. Artinya, kandidat harus meraih dukungan dari minimal tiga KONI kabupaten/kota dan 19 cabor.

Dengan masuknya tiga figur kuat pengurus internal, petahana, dan eksekutif daerah, kontestasi Ketum KONI Bali 2026–2030 dipastikan berlangsung sengit. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN