Kadis Ketenagakerjaan Klungkung, I Nyoman Sidang. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah per Maret 2026 mendapat perhatian serius Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Klungkung. Disnaker mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung yang berada di kawasan tersebut beserta keluarga di tanah air agar tetap waspada, tidak panik, dan terus memantau imbauan resmi dari KBRI.

Imbauan inipun dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya ada 12 PMI asal Klungkung bekerja di negara Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait.

Kedua negara tersebut merupakan wilayah yang juga menjadi sasaran serangan Iran, setelah konfrontasi dengan Israel dan Amerika Serikat.

Kadis Ketenagakerjaan Klungking, I Nyoman Sidang ketika dikonfirmasi, Senin (2/3/2026) mengatakan, 12 PMI tersebut bekerja di UAE sebanyak empat orang dan di Kuwait sebanyak delapan orang. Mereka diketahui telah bekerja sejak tahun 2025.

Baca juga:  Sales Mission UEA 2017 Hasilkan Potensial Transaksi Rp 34,9 Miliar

“Sebagian besar PMI asal Klungkung yang bekerja di negara tersebut sebagai terapis spa. Ada juga seorang PMI yang bekerja sebagai barista di Kuwait,” ungkap Nyoman Sidang.

Terkait kondisi terkini para PMI, Sidang mengatakan kalau Disnaker Klungkung masih menunggu informasi resmi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) maupun KBRI yang berwenang melakukan pelindungan WNI di luar negeri.

“Untuk informasi pemulangan PMI, sampai saat ini belum ada kami terima dari BP3MI,” tegasnya.

Baca juga:  Melonjak, Ekspor Bali ke UEA

Menurut Sidang, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada keluarga PMI agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Disnaker juga memilih tidak mengganggu para PMI yang masih bekerja selama belum ada instruksi resmi terkait evakuasi.

“Kami sudah sampaikan kepada keluarga agar tetap tenang. Kami juga menunggu informasi resmi. Kami tidak ingin mengganggu mereka bekerja di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, kewenangan Disnaker kabupaten dalam hal pemulangan PMI sebatas melakukan penjemputan di bandara apabila ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat.

Saat ini Disnaker Klungkung juga berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali untuk memperoleh update data dan perkembangan kondisi PMI asal Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Cerita Dubes UEA Disuntik Vaksin COVID-19

Sementara itu, animo warga Klungkung untuk bekerja ke luar negeri sebagai PMI tergolong tinggi dan terus meningkat. Tahun 2024 tercatat 602 PMI, meningkat menjadi 780 orang pada 2025. Memasuki tahun 2026, sudah ada 90 orang yang tercatat siap berangkat ke luar negeri.

“Kami belum tahu pasti 90 orang ini sudah berangkat atau belum. Tapi mereka sudah memegang surat E PMI, ungkap Sidang yang didampingi Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, I Gusti Ayu Kusuma. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN