
MANGUPURA, BALIPOST.com – Puluhan ogoh-ogoh yang masuk nominasi Badung Caka Fest 2026 dijadwalkan mulai merapat ke kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (Puspem) pada Selasa (3/3). Karya seni dari berbagai banjar tersebut akan ditempatkan di area sekitar Balai Budaya Giri Nata Mandala sebagai bagian dari rangkaian festival budaya tahunan di Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Eka Sudarwitha, Jumat (27/2) lalu, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan jalur masuk ogoh-ogoh menuju lokasi acara di Puspem Badung.
“Terkait dengan flow loading ogoh-ogoh dari pintu utara menuju venue Badung Caka fest 2026, jadi ogoh-ogoh akan mulai masuk pada hari Selasa tanggal 3 Maret tahun 2026 menuju puspem yang diarahkan melalui pintu masuk jalur utara,” ungkap Sudarwitha yang per Maret ini mulai melaksanakan tugas barunya sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung.
Sebelum proses pengiriman ogoh-ogoh dilakukan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung telah melakukan perompesan pohon di sepanjang jalur yang akan dilalui. Jalur tersebut akan dilintasi ogoh-ogoh dari 21 banjar di Kabupaten Badung yang mengikuti nominasi festival.
“Pada hari ini sudah dilakukan perompesan oleh rekan-rekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung terkait dengan jalur-jalur yang akan dilalui oleh ogoh-ogoh dari 21 banjar di Kabupaten Badung,” jelasnya.
Ia memaparkan, ogoh-ogoh akan masuk melalui pintu utara Puspem Badung, kemudian melewati bundaran dan bergerak menuju area barat sebelum akhirnya menuju kawasan di sekitar balai budaya. Setibanya di lokasi, ogoh-ogoh akan diturunkan di sisi utara balai budaya, lalu diposisikan di area staging yang telah disiapkan.
“Setelah proses penurunan ogoh-ogoh selesai, kendaraan pengangkut akan diarahkan keluar melalui jalur timur menuju pintu selatan kawasan Puspem Badung,” katanya.
Selain itu, proses pengantaran ogoh-ogoh juga tidak dilakukan secara terpisah seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pengiriman ogoh-ogoh akan dikoordinasikan secara sektoral.
“Pada distribusi nanti ogoh-ogoh akan berkumpul dikumpulkan dengan dikoordinir oleh Pasikian Yowana Kabupaten Badung. Kemudian akan dipandu oleh Dinas Perhubungan bersama-sama dengan desa adat yang bersangkutan dan sudah barang tentu dari kepolisian untuk mengantar,” paparnya.
Ia menambahkan, pengiriman ogoh-ogoh akan dilakukan secara berkelompok dari titik kumpul tertentu agar lalu lintas tetap tertata dan proses masuk ke Puspem berjalan lancar. Sementara itu, untuk kunjungan masyarakat, panitia menyiapkan skema khusus arus penonton yang akan mulai diberlakukan pada 6 hingga 8 Maret 2026. Penonton akan masuk melalui jalur utara Puspem dan diarahkan menuju area festival di sekitar balai budaya.
Panitia juga menyiapkan area parkir kendaraan roda empat di sekitar kawasan Pura Lingga Bhuwana dan wantilan DPRD Badung, sedangkan parkir sepeda motor dipusatkan di beberapa titik seperti di sekitar Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta area kosong di sekitar kompleks Puspem.
“Diperkirakan area Puspem Badung mampu menampung sekitar 365 kendaraan roda empat dan sekitar 4.350 sepeda motor selama pelaksanaan festival,” sebutnya.
Selain pameran ogoh-ogoh, panitia juga menyiapkan kawasan kuliner dan UMKM untuk meramaikan festival. Sebanyak 40 pedagang kuliner akan berpartisipasi setelah melalui proses kurasi dari lebih dari 100 pendaftar. “Pedagang yang terlibat tidak diperkenankan menggunakan plastik sekali pakai sebagai kemasan, sebagai upaya mendukung pelaksanaan festival yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










