Gerakan Serentak Bali Resik Sampah di Bangli Minggu (1/3).(BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan sampah ilegal. Masyarakat diminta segera melaporkan oknum yang kedapatan membuang sampah di wilayah Bangli.

“Jika menemukan oknum, terutama dari luar daerah, yang kedapatan membawa dan membuang sampah di wilayah Bangli, baik itu di TPA maupun di jurang-jurang desa, segera laporkan ke dinas terkait,” tegas Sedana Arta di sela-sela memimpin Gerakan Serentak Bali Resik Sampah di Bangli Minggu (1/3).

Langkah itu diambil guna memastikan Bangli tidak menjadi lokasi pembuangan sampah dari kabupaten lain. Mengingat posisi Bangli sebagai daerah hulu yang menjadi sumber air dan udara bersih bagi Bali.

Baca juga:  "Scarring Effect" Pandemi Belum Berakhir, Kinerja BPR Masih Terus Tumbuh

“Bangli adalah daerah penghasil air dan udara bersih. Kita ingin posisi ini tetap terjaga. Ini bukan sekadar beban, tapi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan lingkungan agar Bangli jauh lebih asri dan nyaman,” ujar Bupati Sedana Arta.

Gerakan Serentak Bali Resik Sampah di Bangli melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari jajaran OPD, TNI/Polri, pihak sekolah, hingga penggerak PKK di tingkat banjar. Aksi gotong royong ini difokuskan pada pembersihan lingkungan sungai, saluran air (salter), dan drainase di kawasan perkotaan Bangli. Antara lain, Sungai/Salter Tukad Sagening yakni di kawasan bawah jembatan Seganing dan Pura Petirtaan Toya Laka, Banjar Kawan, Salter Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan Barat Kantor MDA Bangli, hingga drainase di sekitar RSJ dan SDN 3 Kawan, Salter di sepanjang Jalan Serma Meranggi, kawasan Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang (Patung Adipura ke selatan). Selain di pusat kota, para Camat, Kepala Desa, dan Lurah juga mengoordinasikan gerakan serupa di wilayah masing-masing.

Baca juga:  Dishub Diminta Segera Buka Penyeberangan "Fast Boat" ke Nusa Penida

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra mengatakan aksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan visi Bangli yang BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri). Dia menyebutkan sebanyak 4.125 orang turut serta dalam aksi ini. “Kami ingin peran serta masyarakat tidak hanya sesaat, tapi menjadi budaya. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Bangli yang lebih baik,” kata Riana.

Baca juga:  Enam Sulinggih Puput Puncak Karya Mamungkah di Pura Puseh-Bale Agung Kusamba

Gerakan ini direncanakan berlanjut. Setelah menyasar sungai dan pemukiman, pada 8 Maret mendatang, aksi serupa akan difokuskan secara serempak di kawasan Danau Batur. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN