
DENPASAR, BALIPOST.com – Kelompok Media Bali Post mendapat penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kategori lembaga pada penutupan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, Sabtu (28/2).
Sementara kategori perseorangan diberikan kepada I Wayan Turun atas dedikasinya dalam pelestarian bahasa dan sastra Bali.
Penghargaan berupa lencana dan piagam diserahkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama merupakan apresiasi tertinggi dari Pemerintah Provinsi Bali kepada tokoh maupun lembaga yang berjasa melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Penghargaan ini menjadi penanda pengakuan atas dedikasi panjang dalam menjaga warisan budaya Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster sekaligus menutup secara resmi rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung sebulan penuh.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan hajatan tahunan bertajuk “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa” dimaknai sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang mahasempurna.
“Ini menjadi momentum seluruh lapisan masyarakat Bali untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan serta identitas lokal di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Bulan Bahasa Bali VIII tahun ini menghadirkan beragam program edukatif dan kreatif. Tercatat ada 17 wimbakara (lomba), delapan kali sesolahan atau pementasan seni pertunjukan, dua widyatula (seminar), tiga kriyaloka (workshop), serta pameran Reka Aksara bertema “Transformasi Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dalam Teknologi”.
Selain itu, terdapat program konservasi lontar (Raksa Pustaka), ruang belajar ramah anak, hingga diskusi sastra Bali yang melibatkan siswa SD hingga SMA serta masyarakat umum.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum melaksanakan Bulan Bahasa Bali VIII. Dari 1.500 desa adat di Bali, tercatat 12 desa adat tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut, yakni di Kabupaten Buleleng (2 desa adat), Badung (1), Klungkung (3), Bangli (3), dan Gianyar (3).
Sementara pada tingkat desa/kelurahan, sebanyak 45 dari 716 desa/kelurahan di Bali belum melaksanakan Bulan Bahasa Bali. Rinciannya, Kabupaten Badung 9 desa/kelurahan, Jembrana 7, Bangli 11, Buleleng 11, Gianyar 6, dan Klungkung 1 desa/kelurahan.
Di sektor pendidikan, partisipasi tergolong tinggi. Dari 498 SMA/SMK di Bali, hanya tiga sekolah yang tidak melaksanakan Bulan Bahasa Bali. Sedangkan 16 SLB yang ada di Bali seluruhnya melaksanakan kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan tahun ini pun dinilai semakin menguatkan posisi Bulan Bahasa Bali sebagai gerakan kultural yang tidak sekadar seremonial, melainkan konsisten membangun kesadaran kolektif untuk menjaga bahasa ibu sebagai roh kebudayaan Bali. (Ketut Winata/balipost)










