Kondisi longsor di Desa Padangan, Pupuan akibat curah hujan tinggi. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tabanan, sejak Minggu (22/2) hingga Rabu (25/2), tercatat sedikitnya 25 kejadian tersebar di delapan kecamatan. Jenis bencana didominasi longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Data BPBD Tabanan wilayah terdampak bencana meliputi kecamatan Pupuan, Marga, Kediri, Baturiti, Selemadeg, Penebel, Tabanan, dan Kerambitan. Kondisi terparah terjadi di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, di mana longsor mengakibatkan dapur dan pondasi rumah warga jebol.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengatakan, estimasi total kerugian masih dalam proses penghitungan karena sifatnya dinamis. Meski demikian, petugas verifikasi terus melakukan asesmen lapangan untuk memastikan dampak riil di masing-masing titik.

Baca juga:  Sekolah di Buleleng Dilarang Menerima Siswa Baru Melebihi Daya Tampung

“Kerugian masih kami data karena perkembangan di lapangan cukup dinamis, apalagi cuaca masih berpotensi hujan,” ujarnya, Kamis (26/2).

Terkait longsor di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan sebagai langkah antisipasi longsor susulan, BPBD juga telah memasang enam lembar terpal ukuran 4×6 meter untuk menutup tebing rawan runtuh di wilayah Padangan. Penutupan ini bertujuan menahan pergerakan tanah serta meminimalisir risiko longsor lanjutan.

Baca juga:  Usai Diidentifikasi, Jenazah Pemotor Hanyut di Yeh Ho Diaben

Dari sisi anggaran, Pemkab Tabanan telah memasang Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 3 miliar untuk penanganan pascabencana. Dari total tersebut, BPBD saat ini telah mengajukan pencairan Rp 1,5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk meng-cover sisa tunggakan penanganan bencana tahun 2025 sekaligus pembiayaan kejadian bencana pada Januari 2026.

“Dana tersebut untuk mengcover sekitar 60 titik bencana, baik yang merupakan sisa penanganan sebelumnya maupun kejadian terbaru di awal tahun ini, bantuan ini sifatnya stimulan,”jelasnya.

Baca juga:  Tujuh Truk Muat Bantuan Dikirim ke Lombok

Selain dukungan anggaran, BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana operasional di lapangan, termasuk sparepart mesin sensai dan peralatan seperti kikir guna mempercepat penanganan pohon tumbang.

“Intensitas kejadian cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kami tetap siaga penuh dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah lereng dan bantaran sungai,” tegasnya.

BPBD memastikan koordinasi dengan aparat desa dan relawan terus diperkuat agar penanganan berjalan cepat dan dampak bencana bisa ditekan seminimal mungkin. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN