Suasana di Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pulau Galang, Denpasar. (BP/dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kemacetan nampak terjadi di wilayah Desa Pemogan, Kamis (26/2) pagi. Berdasarkan pantauan di media sosial, kemacetan disinyalir adanya kegiatan upacara yang tengah berlangsung.

Dikonfirmasi terkait kemacetan tersebut, Perbekel Desa Pemogan I Made Suwirya, Kamis (26/2) mengatakan, di wilayah Desa Pemogan ada dua titik yang memang sering terjadi kemacetan. Yaitu persimpangan Jalan Pulau Galang dan Jalan Griya Anyar menuju jembatan. Kondisi di dua titik ini, kata dia, tentatif, sering terjadi macet di waktu-waktu tertentu seperti pagi hari saat jam-jam berangkat bekerja.

Baca juga:  Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Puncak Karya 17 Oktober 2024

“Terlebih banyak orang yang akan bekerja ke selatan. Ditambah laju pertambahan penduduk yang terus terjadi setiap tahunnya membuat kemacetan sering terjadi,” katanya.

Suwirya mengatakan, kemacetan juga sempat terjadi di perbatasan Pemogan dengan Pedungan, tepatnya dekat dengan Balai Banjar Begawan. Hal tersebut diakui memang dipengaruhi adanya upacara yang dilakukan masyarakat setempat. “Memang kalau sedikit saja ada upacara akan memicu kemacetan,” terang Suwirya.

Baca juga:  Dipraperadilankan, Kapolsek Mendoyo Lakukan Ini

Untuk dua titik yang rutin terjadi kemacetan tersebut, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Denpasar telah melakukan kajian terkait manajeman rekayasa lalu lintas khususnya di Desa Pemogan.

Kajian tersebut sudah keluar yang nantinya akan dilakukan sosialisasi. “Rencana minggu-minggu ini kita akan bertemu lagi dengan Dishub dan masyarakat untuk sosialisasi,” katanya.

Khusus di Jalan Griya Anyar menuju jembatan yang merupakan perbatasan Denpasar dengan Badung, telah ada rencana untuk dilakukan pelebaran jalan. Rencana tersebut menunggu realisasi dari Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Pascabanjir, Pengerukan Waduk dan Perbaikan Alur di Pemogan Mulai Dilakukan
BAGIKAN