
SINGARAJA, BALIPOST.com – Bencana puting beliung menerjang dua rumah warga di Kabupaten Buleleng pada Selasa (24/2). Peristiwa ini terjadi di Desa Panji, Kecamatan Sukasada dan Desa Sinabun, Kecamatan Sawan. Kedua rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa puting beliung pertama dilaporkan terjadi di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan. Rumah milik Made Tetep mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin kencang.
Sementara itu, kejadian kedua di Banjar Dauh Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Selasa malam. Rumah milik warga setempat, Gusti Ayu Dita Wiandari, mengalami kerusakan parah pada atap. Selain itu, tembok penyengker rumah juga dilaporkan ikut rusak.
Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, saat dikonfirmasi Rabu (25/2), menjelaskan bahwa kejadian ini dipengaruhi oleh faktor cuaca. Berdasarkan pemantauan, salah satu faktor utama adalah penguatan angin dari utara (CENS), keberadaan vortex di selatan Sumba–NTT, serta gelombang Rossby. Ketiga fenomena ini membawa kelembaban dan memusatkan awan konvektif di wilayah selatan Indonesia, meskipun cenderung bergeser ke wilayah tenggara. Ia menambahkan, gelombang Rossby telah aktif sejak 6 Februari.
Kerusakan pada kedua rumah tersebut rencananya akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. “Kami akan melihat sumber pendanaan dan peluang bantuan agar masyarakat bisa segera terlayani,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, hingga Januari tercatat 167 kejadian bencana di Buleleng, sementara data Februari masih terus bergerak dan dalam proses pembaruan.
Sehubungan dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk, terutama angin kencang dan hujan lebat. “Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca saat ini. Jangan bepergian jauh jika tidak ada keperluan mendesak,” tutupnya. (Yuda/balipost)










