
DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan ekstrem selama 4 hari terakhir menimbulkan ratusan titik bencana di Bali. Hingga Rabu (25/2) pukul 06.00 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat dampak paling dominan berupa banjir dan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, I Gede Teja, menyampaikan bahwa total 126 titik kejadian terdiri dari 60 titik banjir, 46 titik pohon tumbang, 9 titik tanah longsor, 4 senderan jebol, 1 tanggul jebol, 1 jalan jebol, 2 tembok roboh, serta 3 titik terdampak angin kencang.
“Curah hujan rata-rata dalam dua hari terakhir mencapai 120 mm per hari. Intensitas hujan tinggi dan berlangsung cukup lama, sehingga memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2) pagi.
Dari kejadian tersebut, diungkapkan Kota Denpasar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 45 titik. Terdiri dari 39 titik banjir, 3 pohon tumbang, 1 tanggul jebol, 1 tanah longsor, dan 1 senderan jebol.
Disusul Kabupaten Badung dengan 33 titik, meliputi 18 banjir, 10 pohon tumbang, 1 tanah longsor, 1 angin kencang, 1 jalan jebol, serta 2 tembok roboh.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem mencatat 13 titik (10 pohon tumbang dan 3 senderan jebol), Kabupaten Gianyar 12 titik (8 pohon tumbang, 2 longsor, 1 banjir, 1 angin kencang), dan Kabupaten Buleleng 11 titik (7 pohon tumbang, 3 longsor, 1 angin kencang).
Selanjutnya, Kabupaten Tabanan 7 titik, Kabupaten Klungkung 2 titik pohon tumbang, Kabupaten Jembrana 1 titik pohon tumbang, serta Kabupaten Bangli 2 titik (1 longsor dan 1 pohon tumbang).
Meskipun demikian, I Gede Teja memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka maupun warga yang mengungsi. Sebanyak 350 orang sempat dievakuasi sementara akibat genangan dan potensi bahaya, namun seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman. “Pendataan terhadap bangunan terdampak masih terus kami lakukan bersama tim di lapangan,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, peringatan dini hujan pada 25 Februari 2026 menetapkan status Waspada untuk Bangli, Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Sedangkan status Siaga berlaku untuk Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, dan Klungkung.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, longsor, serta pohon tumbang, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. (Ketut Winata/balipost)









