Anggota Polsek Nusa Penida melakukan evakusi kerangka manusia di pesisir pantai depan Rumah Marta, Ceningan, Desa Lembongan. (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tim Jalak Nusa Polsek Nusa Penida menerima laporan penemuan jasad manusia yang sudah tidak utuh terdampar di pesisir pantai depan Rumah Marta, Ceningan, Desa Lembongan, Selasa (24/2).  Penemuan tersebut pertama kali diketahui dua warga yakni I Putu Agus Oka Leo Pratama dan I Putu Ngurah Andika Andimada, yang saat itu berada di pesisir pantai depan Rumah Marta.

Keduanya mencium bau menyengat dan melihat benda terdampar yang awalnya dikira bangkai hewan. Namun setelah diperiksa lebih dekat menggunakan kayu, keduanya menduga bahwa benda tersebut menyerupai mayat manusia dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Baca juga:  Dua Spesies Gurita Punya Kesamaan Molekul Otak dengan Manusia

Menerima laporan itu, anggota Polsek Nusa Penida langsung menuju tempat kejadian perkara.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., Rabu (25/2) mengatakan pihaknya langsung memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah sesuai prosedur.

Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan warga sekitar, tidak ada laporan kehilangan anggota keluarga di wilayah tersebut. Dugaan sementara, mayat tersebut terbawa arus laut hingga terdampar di lokasi penemuan. Saat ditemukan, kondisi jenazah tidak utuh sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.

Baca juga:  Ditemukan, Potongan Tubuh Manusia di Tepi Pantai

Pada pukul 19.40 WITA, jenazah diberangkatkan dari Pelabuhan Ceningan menuju Pelabuhan Toyapakeh dan tiba sekitar pukul 19.55 WITA. Selanjutnya, jenazah dibawa dan dititipkan di RS Gema Santi Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, guna penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan langkah-langkah penyelidikan dan koordinasi lanjutan untuk proses identifikasi. Polsek Nusa Penida mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses identifikasi. (Agung Yuliantara/denpost)

Baca juga:  Koperasi di Klungkung Didorong Garap Inovasi "Startup"

 

BAGIKAN