
SINGASANA, BALIPOST.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi M.Si. melakukan kunjungan kerja ke SRMP 17 Tabanan yang berlokasi di Sentra Mahatmiya Bali, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2).
Kunjungan tersebut untuk memastikan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Dalam agenda tersebut, Arifatul Choiri Fauzi meninjau proses belajar-mengajar serta berdialog dengan para siswa, guru, dan pengelola sekolah. Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah rakyat menjadi salah satu upaya strategis untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Negara memastikan setiap anak mendapatkan haknya, termasuk hak atas pendidikan yang aman dan berkualitas. Sekolah rakyat ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang ramah anak. Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya soal mencegah kekerasan fisik, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara psikologis maupun sosial.
“Menarik tadi ada murid yang bercita-cita jadi Menteri Luar Negeri. Ini cita-cita yang sangat luar biasa. Meski hanya dari sekolah rakyat, saya doakan semoga bisa terwujud,” ucapnya.
Sementara, Kepala SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya Negara menjelaskan, saat ini terdapat 74 siswa yang perkembangannya sudah mengalami kemajuan baik dari sisi akademik, life skill, pembentukan karakter, disiplin, hingga kemandirian. Adapun fasilitas penunjang yang telah diterima pihaknya diantaranya seragam, smart board, laptop, hingga buku perpustakaan. “Yang kurang itu masih laboratorium dan laboratorium komputer. Masih dalam proses,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)










