
SINGARAJA, BALIPOST.com – Memasuki bulan Ramadan, ketersediaan LPG khususnya 3 kilogram di Kabupaten Buleleng dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah menilai kuota dan stok yang ada masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi lonjakan konsumsi pada hari-hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta dikonfirmasi Kamis (19/2), mengatakan, kuota LPG Buleleng selama ini mengacu pada alokasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 29 ribu metrik ton. Berdasarkan pengalaman dua hingga tiga tahun terakhir, pasokan gas di Buleleng tidak pernah mengalami kelangkaan.
Hal ini karena distribusi diatur dengan strategi pergeseran beban bulanan, terutama saat menghadapi periode puncak seperti Ramadan dan Idul Fitri. “Usulan kuota kita sudah maksimal. Untuk sementara masih mengacu pada kuota tahun sebelumnya sekitar 29 ribu metrik ton,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan LPG memang biasanya meningkat saat hari raya. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui pengajuan tambahan fakultatif kepada SPBE (stasiun pengisian bulk elpiji).
“Strateginya, kami ajukan fakultatif agar SPBE punya ruang menambah pasokan. Kuota bulan yang tidak puncak digeser ke depan sehingga saat beban tinggi tetap aman,” jelasnya.
Sudiarta menambahkan, pengajuan fakultatif untuk periode Ramadan juga sudah dilakukan. Saat ini pihaknya masih menunggu surat persetujuan resmi. Selain menjaga pasokan, pemerintah juga memastikan distribusi gas dari agen ke pangkalan hingga pedagang berjalan merata di lapangan. Pengawasan akan diperketat selama Ramadan melalui pemantauan rutin mingguan.
Dari sisi harga, ia memastikan tidak ada kenaikan signifikan di tingkat konsumen. Harga LPG di Buleleng sejauh ini masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). “Kalaupun ada selisih, biasanya karena lokasi yang jauh atau layanan tambahan. Secara umum masih sesuai HET,” tegasnya. (Yudha/balipost)










