Puluhan lansia di Buleleng mendapatkan pelatihan pembuatan produk UMKM. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Puluhan lanjut usia (lansia) dari Desa Penglatan dan Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, mendapat pelatihan pembuatan produk UMKM sebagai upaya mendorong kemandirian dan produktivitas di usia senja. Kegiatan ini digelar di Banjar Dinas Pumaan, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Selasa (17/2).

Pelatihan tersebut diinisiasi tokoh masyarakat Desa Penglatan yang juga anggota DPRD Buleleng, Wayan Soma Adnyana.

Ia menggandeng para instruktur untuk memberikan keterampilan praktis seperti membuat keripik keladi, telur asin, hingga edukasi beternak bebek sebagai usaha rumahan yang bisa dijalankan lansia.

Soma menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari keprihatinannya melihat masih banyak lahan produktif di Buleleng yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga:  BRI Siapkan "Roadmap" Pemberdayaan UMKM

Di sisi lain, tidak sedikit warga usia produktif memilih bekerja ke luar negeri sebagai PMI.

“Khususnya di Buleleng masih banyak lahan tidur yang belum tersentuh optimal. Saya ingin kawasan ini bangkit. Lahan-lahan itu bisa ditanami keladi, kelapa pandan wangi, atau durian. Yang muda sudah saya ajak, sekarang lansia juga kita berdayakan agar tetap produktif,” ujarnya.

Menurutnya, membuat keripik keladi maupun telur asin bukanlah hal yang sulit. Bahan baku disiapkan, prosesnya sederhana, dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan di rumah. Hasilnya pun dapat membantu menambah pendapatan keluarga.

Baca juga:  Potensi Hujan di 6 Kabupaten, Cek Prakiraan Cuaca Bali 28 November 2025

Ia mencontohkan, keladi dapat ditanam di sela-sela kebun, termasuk di bawah pohon durian. Dalam waktu sekitar enam bulan sudah bisa dipanen. Jika dijual mentah saat panen raya, harga kerap jatuh. Namun bila diolah menjadi keripik dan dikeringkan, nilai jualnya meningkat.

“Kalau hanya membantu dengan beras satu kilo, itu sifatnya sementara. Tapi kalau diberi ilmu dan keterampilan berbasis kearifan lokal, mereka bisa terus berproduksi. Ini niat tulus untuk berbagi pengetahuan yang saya pahami,” katanya.

Soma berharap dari pelatihan tersebut lahir pelaku UMKM baru yang mampu memproduksi dan memasarkan hasil olahan lokal. Ia juga mendorong agar produk-produk Buleleng memiliki identitas dan label sendiri sehingga mampu bersaing di pasaran.

Baca juga:  Alami Peningkatan, Tren Transaksi Belanja Online di Bali

Ia mengimbau pemerintah daerah melalui dinas terkait agar memberi dukungan nyata terhadap program berbasis kearifan lokal. Menurutnya, produk dari kebun sendiri seharusnya bisa diserap dan dihargai di daerah sendiri.

“Bukan berarti kita anti produk luar. Tetapi kalau daerah sendiri mampu memproduksi, mengapa tidak kita dukung dan serap? Saya juga akan mengusulkan perda tentang kearifan lokal agar karya masyarakat benar-benar mendapat ruang,” tegasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN