Bangunan rumah yang berada di dekat bantaran sungai wilayah Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem ambruk, pada Minggu (15/2). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem dan mengakibatkan bangunan rumah yang berada di dekat bantaran sungai wilayah Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem, ambruk, pada Minggu (15/2). Ambruknya rumah tersebut membuat pemilik tirtimbun material. Untungnya korban bisa diselamatkan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, bencana tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA. Akibat kejadian tersebut pemilik rumah, Tomi Agus Pratama (28) dan istrinya Novita Nurianti (29) sempat tertimbun sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Baca juga:  Senderan Rumah Warga Longsor

“Rumah tersebut diduga ambruk setelah pondasi yang berada di dekat aliran sungai jebol dan membuat sebagai bangunan tergerus. Korban sempat tertimbun dan langsung dievakuasi oleh warga sekitar untuk dibawa ke RSUD Karangasem guna mendapatkan penanganan medis,” ucap Arimbawa, Selasa (17/2).

Arimbawa menjelaskan, saat kejadian, kedua korban sedang tertidur di salah satu kamar yang ada di bangunan yang ambruk tersebut. Warga sekitar yang mendengar adanya suara gemuruh langsung keluar rumah.

Baca juga:  Masyarakat Digugah agar Patuh Bayar Pajak

“Novita Nurianti berhasil menyelamatkan diri terlebih dahulu dan keluar dari reruntuhan. Sedangkan suaminya, Tomi Agus Pratama masih tertimbun, sebelum akhirnya juga berhasil diselamatkan warga sekitar,” katanya.

Dia menerangkan, akibat kejadian tersebut, Tomi Agus Pratama mengalami luka lecet pada bagian kepala, punggung, kaki dan tangan. Sedangkan istrinya mengalami luka lecet di punggung. “Keduanya sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Karangasem,” imbuhnya.

Baca juga:  Desa Adat Runuh Tata Kawasan Sumber Mata Air di Pura Pemanahan

Pascakejadian, pihaknya bersama beberapa instansi terkait lainnya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment serta memberikan bantuan langsung kepada keluarga korban. “Untuk kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp400 juta. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk tindak lanjut penanganannya mengingat material cukup banyak yang menutup aliran sungai,” tambah Arimbawa. (Eka Prananda/balipost)

BAGIKAN