
GIANYAR, BALIPOST.com – Beringin berusia ratusan tahun di Puri Kantor Ubud tumbang pada Minggu (15/2). Pohon yang diperkirakan telah berusia hampir 300 tahun tersebut roboh setelah diterjang angin kencang selama beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, IGN Dibya Presasta, mengatakan hingga Senin (16/2), tim gabungan telah berhasil membersihkan sebagian besar material pohon. Dikatakan, aliran listrik sudah kembali normal namun jaringan internet dilaporkan masih belum optimal.
Ia pun memerinci kerusakan yang terjadi, yakni bangunan usaha, balai serbaguna, tempat suci, serta utilitas umum terdampak. Tercatat pula 2 unit mobil dan 3 unit motor tertimpa pohon itu.
Menurut Suamba, prioritas saat ini adalah pembersihan total sisa material pohon serta perbaikan utilitas umum, seperti lampu penerangan jalan (LPJ), trotoar, dan marka jalan.
Panglingsir Puri Kantor Ubud yang juga Wakil Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Gede Asmara Putra, menjelaskan bahwa pohon beringin tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat.
”Pohon beringin ini merupakan saksi sejarah terbentuknya Puri Ubud, usianya hampir 300 tahun. Dua hari sebelum kejadian, pohon ini sebenarnya sudah terlihat diputar angin kencang yang cukup lama namun tetap berdiri. Kemarin akhirnya roboh dalam dua tahap, satu ke arah selatan dan satu ke utara,” ujar Tjokorda Gede Asmara Putra.
Proses evakuasi dan penanganan lanjutan dijadwalkan kembali pada Selasa (17/2) mulai pukul 08.00 WITA untuk menuntaskan pembersihan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak. ,(Wirnaya/balipost)










