Petugas gabungan bersama warga melakukan upaya pencarian korban longsor di Suter (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Dalam pencarian hari kedua, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan Nyoman Buda, korban tanah longsor di aliran Tukad Kuyang, Desa Suter, Kintamani. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (14/2) sore sekitar pukul 17.00 WITA.

Jasad warga Banjar Paselatan, Desa Suter itu ditemukan tertimbun material longsoran setinggi 4 meter. Posisi korban berada di sekitar pondok darurat, atau kurang lebih 10 meter ke arah timur dari titik awal ia memotong bambu.

Baca juga:  Tak Tercapai, Target Kunjungan Wisman di 2017

Tak jauh dari lokasi jasad, tim juga menemukan sepeda motor milik korban. Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Damkar Bangli I Ketut Agus Sutapa mengatakan upaya pencarian hari kedua dimulai tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta warga setempat sejak pukul 09.00 WITA.

Diawali dengan proses niskala di lokasi kejadian, upaya pencarian dilakukan secara manual sembari menunggu alat berat. “Pencarian juga dibantu dengan menerjunkan 2 ekor anjing (K-9) milik Polda Bali, namun upaya pencarian sampai tengah hari belum membuahkan hasil,” ungkapnya.

Baca juga:  Dari Mobil Terbalik di Jalan Kartika Plaza hingga Badai COVID-19 di India Belum Capai Puncaknya

Alat berat baru tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 13.30 WITA. Namun karena akses jalan sempit dan terjal, alat berat baru bisa bermanuver setelah dilakukan pembukaan akses jalan terlebih dahulu. “Sekitar pukul17.00 WITA korban akhirnya berhasil ditemukan,” kata Agus.

Selanjutnya setelah dilakukan identifikasi oleh tim dan atas persetujuan pihak keluarga jasad korban dibawa ke rumah duka. “Rencana proses pemulasaran korban akan dilakukan setelah kedua anaknya tiba dari Luar Negeri,” imbuh Agus.

Baca juga:  Listrik Padam Selama Sejam, Ini Penjelasan Manajemen Bandara Ngurah Rai

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (13/2) sore. Korban yang berprofesi sebagai pembeli sekaligus pemotong bambu tertimbun material tebing setinggi 90 meter saat sedang bekerja. Pencarian di hari pertama sempat dihentikan karena kendala cuaca. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN